Uang kertas
Setelah makan sahur tadi, sambil menunggu waktu subuh, saya membaca buku pintar yang disusun oleh Iwan Gayo. Ada tulisan singkat tentang sejarah uang kertas. Hm, cukup menarik. Berhubung banyak yang suka uang, apa lagi uang kertas, saya coba posting ceritanya disini. Lumayan untuk menambah pengetahuan.
Yang pertama kali menemukan uang kertas adalah bangsa Cina. Dan belum diketahui bangsa mana yang pertama kali menghilangkan uang kertas. Huss…, ngelantur. Lanjut. Uang kertas awalnya dicoba digunakan di Cina pada tahun 900 Masehi dan kemudian lazim dipakai mulai tahun 970 Masehi.
Uang kertas (banco-sedlar) yang paling awal secara resmi digunakan sebagai alat pembayaran di dunia dikeluarkan di Stockholm, Swedia, pada bulan Juli 1661. Sedangkan koleksi uang kertas paling tua yang masih ada sekarang adalah sehelai uang bernilai 5 daler yang diterbitkan pada tanggal 6 Desember 1662. Lalu ada uang kertas Bank of England paling tua yang masih tersimpan sampai sekarang adalah sehelai uang kertas bernilai £555, diterbitkan tanggal 19 Desember 1699.
Nah…, sekarang tentang ukurang uang kertas yang pernah dibuat orang. Uang kertas paling lebar yang pernah diterbitkan adalah uang Cina yang mulai digunakan pada masa Dinasti Ming (1368), ukurannya 22,8 Cm x 33,0 Cm. Wah.., hampir selebar kertas ukuran folio. Dompetnya pasti sebesar tas ransel. Wekeke… Uang itu bernilai 1 lawan.
Sedangkan uang kertas berukuran terkecil yang pernah diterbitkan adalah uang dari Kementerian Keuangan Romania bernilai 10 bani. Diterbitkan pada tahun 1917. Ukurang uang kertas ini yaitu 27,5 mm x 38 mm. Ya ampun, koq mirip ukuran kaliber peluru ya. Kecil banget. Jadi susah membedakan, itu uang atau upil. Wekekeke…




Bangsa yang akan menghilangkan uang kertas: Bangsa Visa, Master dan Paypal
Johan pada Qisthon :
Yup, betul. Bangsa2 itu akan mengubah uang kertas menjadi uang kartu. Wekeke…
nda kebayang yakh klu uan9 kertas segede ituh masih dipake..?
heheh..berasa bawa file dokumen,trus dompetnya semana,ngantongin dicelana gimana ahaha…alhamdulilah da tidak ada dan bukan di indonesia hehe..
lach klu y9 kecil malah puyeng dikiraain maenan heheh..
berarti uang indonesia mang pas kalee yee..:)
Johan pada Wi3nd :
Ndak tau kenapa dulu ada uang kertas selebar itu. Mungkin agar semua pejabat bank sentralnya kebagian tempat utk tanda tangan ‘kali ya.
Uang kertas Indonesia memang yg paling pas utk kitac. Cz, kalau pas lagi naik angkot, terus bayar pakai dollar, kan bisa bingung sopir angkotnya.
alow mas … aku datang lagi nih … wah … ini oleh2 dr berlayar ya mas … tp kok perumpamaane itu bikin ngakak mas …
Johan pada Masmoemet :
Iya nih, Masmoemet kemana aja sih.? Kirain sudah pindah ke Tarutung.
Perumpamaane yg mana? Wah.., ketahuan nih kalau sampeyan suka ngupil ya.
semoga uang kertas kan abadi selamanya
gak ke makan uang kartu
Johan pada Deddy :
Ternyata mas Deddy ndak sependapat dengan mas Qisthon. Kita lihat aja nanti perkembangan dunia peruangan ini.
bener banget kang deddy!!
Johan pada Wahyudi’s weblog :
Kita lihat ternyata mas Deddy mendapat dukungan dari Wahyudi. Posisi sementara 2 melawan 1. Bagaimana kedudukan selanjutnya? Ikuti terus kisahnya pada episode yg akan datang.
uang segede itu mustinya masih di pake…
biar yg korupsi dan disuap pada keteteran bw nya…
bayangkan gimana para koruptor dan penerima suap bawa uang semiliar dgn uang segede itu…(membayangkan mode: on)
weleh…
bisa2 jd malu utk korupsi dan suap2an…
klo di suapin ama pacar maw donk…
==========
Johan pada Nono :
Weleh…, kalau uang kertas selebar itu masih dipakai, pasti ditentang anggotanya Greenpeace. Sebab utk mencetak uang kertas selebar itu diperlukan kayu yg lebih banyak. Hutan yg ditebang jadi lebih luas. Wekekeke…
Gak kebayang berapa tu harga uang kertas tanggal 19 Desember 1699 dan kawan2 nya. Kan termasuk peninggalan berabad abad
==========
Johan pada Thevemo :
Ada teman saya punya uang kertas RI pecahan 10 rupiah terbitan tahun 1959. Pernah ditawar orang dari Nunukan seharga Rp.6 juta. Itu uang kertas yg belum seberapa tua umurnya. Kalau umurnya sudah ratusan tahun, pasti lebih mahal lagi harganya.