Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Agen Tiket Pesawat Terbang Online, Kursus Online membuat website, Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram


Usulan pengelolaan pesawat terbang kepresidenan

Jusuf Kalla mengusulkan agar pesawat terbang kepresidenan dikelola oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia atau PT. Pelita Air Service.

PESAWAT KEPRESIDENAN DIKELOLA GARUDA

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla mengusulkan, jika pemerintah jadi membeli pesawat kepresidenan, maka pengelolaan operasionalnya sebaiknya diserahkan ke PT Garuda Indonesia atau PT Pelita Air Service. “Kalau memang dibeli, pesawat kepresidenan itu sebaiknya diserahkan operasionalnya ke PT Garuda atau PT Pelita,” kata Kalla di Jakarta, Senin (8/2).

Pernyataan Kalla tersebut diungkapkan menanggapi pertanyaan seputar rencana pembelian pesawat kepresidenan oleh pemerintah. Lebih lanjut Kalla menjelaskan, selain biaya pembelian pesawat yang mahal maka akan ada biaya operasional dan perawatan yang mahal. Oleh karena itu, tambahnya, akan lebih efisien jika diserahkan ke PT Garuda Indonesia atau PT Pelita Air Service.

Kalla juga menjelaskan, pada tahun 2007, muncul usulan untuk membeli pesawat kepresidenan. Usulan itu dilatarbelakangi mahalnya biaya sewa pesawat kepresidenan yang hingga sekitar Rp.250 juta per jamnya. “Waktu itu solusi yang saya usulkan bukan membeli pesawat, tetapi kita minta Garuda atau Pelita membeli dan kita nanti menyewanya,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.

BISNIS TIKET PESAWAT
Cara mudah dan cepat untuk booking tiket pesawat dan menjadi agen penjualan tiket pesawat terbang secara online. Silahkan KLIK DISINI untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Menurutnya, pada tahun 2007, sebenarnya rencana tersebut sudah dijalankan oleh PT Pelita Air Service di bawah pimpinan Samudra Sukardi. Kalla menuturkan, saat itu sudah ada kecocokan untuk membeli pesawat bekas jenis Airbus A320 dengan harga hanya sekitar 35-40 juta dolar AS. “Pelita waktu itu sudah bayar tanda jadi sebesar Rp 1 miliar dan sudah kirimkan pilot serta awaknya untuk dilatih di Perancis,” kata Kalla.

Menurut perhitungan, dengan pola seperti itu, yakni pesawat yang beli PT Pelita, Sekretariat Negara tinggal menyewa jika akan digunakan presiden atau wakil presiden, maka harga sewanya menjadi lebih murah, yakni hanya sekitar Rp 100 juta per jam.

Namun, kata Kalla, tiba-tiba saja rencana tersebut dibatalkan. “Waktu itu tiba-tiba dibatalkan. Saya tidak tahu siapa yang membatalkannya,” katanya heran. Lantas, Kalla mengaku lebih merasa heran lagi, ketika saat ini muncul pemberitaan rencana pembelian pesawat kepresidenan baru.

sumber : gatra.com

Pengamanan Bandara dan pesawat terbang Malaysia masih lemah

Untuk kesekian kalinya penumpang pesawat terbang dari bandara Malaysia ditangkap petugas Bandara Polonia karena menyelundupkan narkotika.

PETUGAS BANDARA MALAYSIA KEMBALI KECOLONGAN

Petugas Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Polonia, Medan menemukan 322 gram sabu yang dibawa seorang penumpang pesawat dari Malaysia berinisial MBZ , Rabu (3/3/2010), di Bandara Polonia, Medan. Kasus ini berkali-kali terjadi di Bandara Polonia. Untuk kesekian kalinya, Petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Polonia, Medan kembali menangkap penumpang pesawat dari Malaysia yang membawa narkotika. Kejadian yang berulang kali ini memicu protes petugas. Pengamanan di sejumlah bandara di Malaysia dinilai terlalu longgar sehingga barang terlarang tersebut lolos dari pantauan petugas.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

TNI AU rencanakan beli pesawat tempur Super Tucano

Untuk mengganti pesawat tempur OV-10 yang tidak digunakan lagi sejak tahun 2007, TNI berencana untuk membeli pesawat tempur Super Tucano buatan Brazil.

TNI AKAN BELI PESAWAT TEMPUR BUATAN BRAZIL

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan TNI AU berencana membeli satu squadron (16 unit) pesawat tempur Super Tucano buatan Brazil sebagai pengganti pesawat tempur OV-10 yang telah dikandangkan sejak tahun 2007. Dikatakan Imam, pembelian pesawat Super Tucano ini membutuhkan anggaran US$250 juta. Pada awalnya dianggarkan hanya US$200 juta, tapi karena informasi dari produsen harganya naik maka anggarannya tidak cukup US$13 juta per unit. Karena itu, TNI AU mengusulkan tambahan anggaran US$50 juta tahun 2010 sehingga total anggaran menjadi US$250 juta, kata Imam saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

Pengembangan Bandara Ngurah Rai di Bali

Menbudpar mendesak agar perluasan Bandara Ngurah Rai di Bali dapat segera dilaksanakan agar bisa mengantisipasi jumlah penerbangan wisatawan yang makin meningkat.

PERLUASAN BANDARA BALI DIPERCEPAT

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mendesak proyek perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali segera dilaksanakan. “Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat,”tandas Wacik di sela-sela peluncuran buku Ngurah Rai Airport Bali-Gateway to Paradise 1930-2010 di Kuta, Bali, Minggu (28/2) lalu. Dia mengaku sudah menerima laporan soal desain perluasan bandara di antaranya memuat arsitektur bernuansa Bali untuk membedakan dengan bandara lainnya.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

Insiden pesawat jet tempur Korea Selatan

2 Pesawat jet tempur jenis F-5S milik Angkatan Udara Korea Selatan dilaporkan mengalami insiden bertabrakan di udara setelah keberadaannya tidak terpantau radar.

DUA JET TEMPUR KORSEL BERTABRAKAN

Dua jet tempur Korea Selatan (Korsel) bertabrakan di atas sebuah gunung, ketika melakukan latihan rutin, terbang di dekat pangkalan di bagian pesisir timur. Demikian keterangan para perwira militer, Senin (1/3). “Jet F-5s dengan tiga pilot di dalamnya dilaporkan hilang dari radar lima menit setelah meninggalkan landasan pangkalan Gangneung, 160 kilometer sebelah timur Seoul,” kata Kementerian Pertahanan.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »


Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Agen Tiket Pesawat Terbang Online, Kursus Online membuat website, Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram