Kembali ke asal
Musibah demi musibah beruntun menimpa blog saya ini. Dan untungnya cuma blognya saja yang terkena musibah, yang punya blog Alhamdulillah sampai saat posting ini diterbitkan masih dalam keadaan baik-baik saja. Kalau tempo hari saya sudah bercerita tentang layout blog ini yang jadi berlubang sehingga seolah-olah sedang menggunakan Theme yang berjendela, kemarin malam perkembangannya malah menjadi lebih parah. Alih-alih mau memperbaiki kolom feature yang menghilang, hasilnya malah bagian sidebar jadi melorot kebawah. Benar-benar cilaka dua belas jari.
Sejenak saya terbengong-bengong melihat fenomena yang menjengkelkan itu. Benar-benar berantakan jadinya. Ya Allah, cobaan apa yang sedang Engkau berikan pada hambamu ini? Walah…, theme blog jadi rusak koq ya dianggap cobaan. Hayoo, cepat istighfar! Astaghfirullah..33x.
Kalau seandainya ada tetangga kiri atau kanan yang ahli dalam permasalahan web design, mungkin saya ndak perlu kalang kabut. Pasti saya bisa minta tolong sama dia. Kenyataannya ndak ada blas tetangga saya yang punya keahlian seperti itu. Yah…, dari pada cuma meratapi nasib, saya masih nekat mencoba memperbaiki kerusakan itu. Tiba-tiba saya teringat bahwa ada yang bilang, sidebar yang melorot kebawah biasanya disebabkan penggunaan rata kiri dan kanan (justify) pada teks postingan. Saya periksa lagi beberapa postingan, dan saya ambil kesimpulan bahwa saya ndak pernah pakai fungsi seperti itu.
Setelah analisa pertama hasilnya negative, saya coba cara kedua. Mungkin karena ada penggunaan align center pada beberapa content yang berfungsi agar gambar atau teks berada di tengah. Saya ubah semua align-nya. Dari center menjadi left, atau tanpa align. Dan hasilnya nihil. Membuat saya terpaksa kembali berfikir, mau diapakan lagi theme blog saya ini.
Berhubung tidak juga menemukan solusinya, saya ambil keputusan untuk kembali menggunakan theme prosense. Theme yang menjadi layout pada awal sejarah munculnya blog ini. Theme itu sudah siap untuk kembali bermain setelah sekian waktu hanya duduk di bangku pemain cadangan. Untuk sementara saya ucapkan goodbye pada arthemia. Theme yang sudah sangat mendukung keberadaan blog saya ini.
Mungkin sebaiknya untuk waktu mendatang saya harus lebih berhati-hati kalau ingin mengoprek theme. Karena bahasa utama theme yang saya gunakan adalah bahasa Inggris saya cenderung jadi terpancing mengubah beberapa tampilan teksnya menjadi bahasa Indonesia. Sehingga nuansa domestik menjadi lebih terasa. Sebelumnya memang selalu berhasil. Tapi, begitu terjadi kesalahan, efeknya benar-benar dahsyat bagi blog ini. Tapi kalau ndak berani ngoprek, kapan bisa ngerti masalah theme. Yang namanya proses belajar, pasti punya resiko. Yang ndak berani menhadapi resiko, biasanya ndak akan punya kesempatan untuk maju. Iya ndak.





vbenar bang, kita memang harus bersitatap dulu dengan segala permasalahan yg ada agar kita bisa menikmati hasil dari pembelajaran itu sendiri. tetap semangat ya,bang, maski cobaan itu tetap ada. salam hangat selalu
=============================
Johan pada Dobleh yang malang :
Hehehe…, kebetulan saya suka iseng utak-atik template. Pingin tau aja. Ok deh, tetap semangat koq.
Salam hangat selalu..
saya juga sering bang dapet musibah gitu. tapi bukan di blog personal saya ini. di webnya perusahaan
========================
Johan pada Easy :
Waduh…, gawat tuh kalau tampilan website perusahaan sampai berantakan gitu. Bisa mengacaukan strategi perusahaan. Mudah2an ndak sering terjadi ya.
Kembali ke asal, asal tanah kembali ketanah
========================
Johan pada Kipram :
Iya, hampir mirip seperti itu.
Kalau disini, dari prosense kembali ke prosense.
Tidak ada noda ya gak belajar…
-iklan banget-
Setelah berkali-kali gagal, pastilah akan ditemukan sebuah metode baru dalam melakukan editing template…
========================
Johan pada Sapimoto :
Semuanya memang perlu proses belajar. Ndak masuk akal kalau tau2 langsung bisa. Ajaib banget.
wach … berubah lagi ya bang jo !!
^_^
tapi yang pentingkan postingnya masih ada ga ilang
=========================
Johan pada Dhieeewhe :
Eh…, si Dhieeewhe datang lagi…!
Iya nih Dhieee, gara2 theme arthemia-nya berantakan, terpaksa pakai theme prosense lagi. Ada banyak posting yg juga saya pindahkan ke blog saya yg lain. Yg disini khusus utk cerita ngalor-ngidul.
Ok, Dhieee juga terus berkarya ya.
jah..daku paling males ngopReK2 kompie neeh bang,apalagi blog,baik theme maupun siidebarna,takuut aJah bis dakukan gaptek heheh…
tapi klu gitu nda blajar2 yaa..? entahlah ban9 hihi..
========================
Johan pada Wi3nd :
Sebenarnya bang Johan juga males ngoprek theme. Tapi berhubung postingnya pakai bahasa Indonesia, ndak cocok rasanya kalau teks pada fungsi theme malah pakai bahasa Inggris. Rasanya ndak nyambung. Ya udah, bang Johan nyoba ngedit sendiri. Ndak taunya malah jadi bubar. Wekekekeke…..