Johan, Johan Suryantoro, catatan, cerita, cerpen, Pulau Bunyu, Kalimantan Timur, Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara


Hari ini

Seharusnya sebelum jam 14.00 tadi saya sudah bisa berada di rumah. Tapi hujan yang semula hanya rintik-rintik, akhirnya menjadi hujan deras. Dan saya tidak membawa jas hujan. Sebelum jam 12.00 memang cuaca cukup cerah. Tidak ada tanda akan turun hujan. Saya bisa menghibur diri, ini bukan salah saya.

Hujan baru berhenti pada pukul 17.10. Lebih dari 3 jam saya terjebak di kantor gara-gara hujan. Setelah memastikan semua pintu sudah terkunci, saya segera bergegas ke resepsionis di kantor induk. Disana kami biasanya menyimpan kunci kantor masing-masing pada kotak yang tersedia. Di resepsionis itu juga selalu berjaga 2 orang petugas skurity.

Dari kejauhan saya melihat teman saya, skurity yang bertugas sore, sedang duduk pada tangga pintu yang menuju resepsionis. Setelah memarkir sepeda motor, saya menghampirinya dan bilang mau menitip kunci kantor. Biar aku yang taruh nanti, jawabnya.

Mendengar itu, saya langsung menuju ke tempat dia duduk. Saat saya akan menyerahkan anak kunci itu, dia memekik tertahan sambil menunjuk ke kaki saya. Secara reflek, saya mencoba menahan kaki kiri yang hampir menginjak lantai. Dan.., ya ampun, saya hampir saja menginjak ponsel miliknya yang di letakkannya pada lantai di depan anak tangga tempat dia duduk. Sebuah ponsel bermerk Sony Ericsson W810i dengan warna hitam.

Sepanjang perjalanan pulang saya jadi berfikir mengapa dia meletakkan ponsel di lantai? Apa sedang mendengarkan lagu-lagu dari ponsel itu? Tapi saya tidak mendengar suara musik dari ponsel itu. Barangkali dia merasa cukup aman meletakkan ponsel di lantai itu karena pada jam seperti tidak akan ada orang lalu-lalang disitu.

Saya juga tidak bisa membayangkan bagaimana jika tadi ponsel itu terinjak oleh kaki saya. Tentu saja saya tidak mau disalahkan. Dia yang taruh ponsel sembarangan. Tapi bagaimana jika ternyata yang terinjak itu bukan ponsel, tapi seekor ular berbisa? Kaki saya bisa dipatuk ular itu. Ternyata saya salah juga, jalan tidak sambil memperhatikan sekitar.

Beberapa saat setelah berada di rumah, saya bisa merasa lega karena bisa pulang dan juga karena tidak menginjak ponsel teman saya itu. Tiba-tiba ponsel saya berdering, itu dari pak Tjiptono, atasan saya. Beliau bilang, petugas skurity yang berjaga di pelabuhan melapor bahwa lampu teras depan kantor Marine belum dinyalakan. Waduh…, saya kelupaan menyalakan lampu itu lagi.

Related posts:

  1. Tentang keperjakaan dan keperawanan
  2. Samudera Atlantik dalam puisi saya
  3. Salah ambil, salah buang, dan salah masuk
  4. Semua orang pasti buang air besar
  5. Nostalgia di SMA Jalawiyata
  6. Disambung lagi, biar tambah panjang
  7. Baru bikin account facebook nih…
  8. Baca-baca situs portal berita
  9. Rambut kepang dua vs kuda kepang
  10. RA. Kartini dan saya
  11. Bain dan seterika listriknya
  12. Capek
  13. Pemilu itu untuk rakyat, bukan untuk calon pemimpin
  14. Iklan pada sms
  15. Harus pakai gaya saat makan

Pulsagram, layanan isi ulang Pulsa Elektronik
Cara paling mudah menjalankan bisnis pulsa elektronik. Menguntungkan dan dapat diandalkan.

Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari
Koperasi Online yang memberikan potensi pasif income hingga jutaan rupiah per bulan

Kursus Online, tempat belajar membuat website
Konsep revolusioner dan cara mudah untuk belajar membuat website yang menghasilkan uang bagi Anda

Aset Mandiri, Program Investasi Online
Bisnis Online paling mudah bagi pemula, uang terus mengalir ke rekening Anda

Software pengirim iklan baris gratis
Hanya dengan satu kali KLIK saja iklan Anda langsung terkirim ke ratusan situs iklan baris gratis

RumahWeb, penyedia layanan domain dan hosting
Menyediakan layanan domain dan hosting dengan biaya murah dan sudah teruji kualitasnya

3 komentar di “Hari ini”

  1. besok-besok jangan sampe lupa lagi yah…

    Johan pada Kishandono :
    Hari ini kami masih melanjutkan pekerjaan yang kemarin. Insya Allah ndak lupa lagi.

  2. kelupaan sih ga papa, tp jgn sering-sering bang…
    apalagi klo so sleepy, wakakak…
    btw tampilannya beda lagi bang…

    Johan pada Nono :
    Akhir2 ini saya sering jadi pelupa. Apa sudah pikun ya? Atau jangan2 ada salah makan apa, gitu.
    Iya nih, lagi coba2 pakai theme buatannya bung Michael Hutagalung.

  3. [...] Sumber asli klik disini. [...]

Leave a Reply


Johan, Johan Suryantoro, catatan, cerita, cerpen, Pulau Bunyu, Kalimantan Timur