<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Blognya JOHAN</title>
	<atom:link href="http://johansite.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://johansite.com</link>
	<description>Pokok'e ini blog saya. Tempat saya ngeblog. Gitu.</description>
	<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 14:19:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Mengantar keberangkatan calon haji</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/mengantar-keberangkatan-calon-haji.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/mengantar-keberangkatan-calon-haji.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 14:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[Allah]]></category>

		<category><![CDATA[haji]]></category>

		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<category><![CDATA[keberangkatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi ikut mengantar keberangkatan rombongan calon jemaah haji Pulau Bunyu. Mengantarnya hanya sampai di dermaga yang dikelola oleh perusahaan tempat saya bekerja itu. Ndak sampai ke Arab sana. Menurut jam yang saya lihat, sebelum pukul 10 pagi, saya, Tomy dan Abas sepakat untuk barengan menuju ke dermaga. Dari kantor kami lihat manusia sudah bertumpuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi ikut mengantar keberangkatan rombongan calon jemaah haji Pulau Bunyu. Mengantarnya hanya sampai di dermaga yang dikelola oleh perusahaan tempat saya bekerja itu. Ndak sampai ke Arab sana. Menurut jam yang saya lihat, sebelum pukul 10 pagi, saya, Tomy dan Abas sepakat untuk barengan menuju ke dermaga. Dari kantor kami lihat manusia sudah bertumpuk di dermaga itu. Jangan-jangan calon jemaah haji sudah tiba disana. Bisa terlambat nih acara ngantarnya.  Dengan mengendarai sepeda motor kami segera bergegas ke dermaga. Brm…brm…ngeng…. </p>
<p>Sesampai di dermaga, tempat parkir sudah sudah full. Terpaksa cari tempat agak masuk ke ujung sebelah timur. Mudah-mudahan speda motornya ndak kecemplung ke laut. Setelah itu kami bertiga berjalan cepat menuju ruang tunggu. Celingak-celinguk, lalu menginterograsi beberapa orang disitu, ternyata rombongan calon jemaah haji belum ada.<br />
<span id="more-182"></span><br />
Alhamdulillah, lega juga jadinya setelah tahu yang mau diantar belum ada. Ndak jadi terlambat. Ternyata rombongan masih berada di masjid Al-Kautsar yang lokasinya tidak jauh dari kantor kami. Ya sudah, ditunggu dulu sambil ngobrol dengan orang-orang yang banyak kami kenal disitu. </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRl5M5RoVOI/AAAAAAAAAtk/6zdJaUwsXc0/s320/calhaj+1.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Acara ngobrol ngalor-ngidul itu mendadak terhenti ketika kami melihat sebuah bis memasuki area dermaga. Serentak orang-orang membentuk barisan untuk memberi jalan kepada rombongan. Barisan itu memanjang hingga ke anak-anak tangga dermaga yang menuju ke speed boat yang akan mengantar rombongan calon haji itu. Koq bisa kompak dan serentak gitu ya mereka membentuk barisan. Padahal saya sama sekali tidak mendengar teriakan orang memberikan komando. Atau jangan-jangan mereka memang sudah janjian.</p>
<p>Berhubung barisan pengantar sudah terbentuk, para calon haji dari Pulau Bunyu itu jadi lebih mudah menyalami para pengantar. Tidak perlu mondar-mandir kesana kemari menyalami orang-orang. Peristiwa pelepasan dengan salin bersalaman, sering juga sambil berpelukan itu membuat saya terharu. Apa lagi saat saya melihat beberapa calon haji yang matanya sampai berkaca-kaca, bahkan menangis terisak.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:right;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRl5g70ZvzI/AAAAAAAAAts/ibJznwKCHtw/s320/calhaj+2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Ibadah haji memang ibadah yang berat. Jarak yang harus ditempuh, rangkaian ritual yang harus dijalani, cuaca yang tentu saja tidak mirip dengan di Indonesia, makanan yang mungkin juga tidak sama rasanya dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, bertemu dengan orang-orang dari berbagai bangsa yang pasti bahasanya bikin jidat jadi berkerut. Apalagi bagi beberapa orang dari rombongan yang sebelumnya memang belum pernah bepergian ke luar negeri. Selama sebulan lebih mereka akan berada jauh dari Pulau Bunyu, jauh dari keluarga. Itu pasti akan memberikan sensasi emosi tersendiri. Tapi mungkin karena akan melihat rumah Allah dengan mata kepala sendiri itulah yang membuat mereka jadi terharu. </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRl50d47TVI/AAAAAAAAAt0/zTHHrDnkGdU/s320/calhaj+2a.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Saya pun menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto pada acara pelepasan itu. Ini even bagus dan harus dijadikan bahan posting. Juga agar saya bisa merekam dengan lebih baik peristiwa itu dalam otak saya. Setiap tahun rombongan calon jemaah haji dari Pulau Bunyu diberangkatkan melalui dermaga ini. Kepulangan mereka dari tanah suci juga disambut di dermaga ini. Dan saya selalu berada di tengah-tengah kerumunan pengantar dan penjemput. Lha wong saya memang bekerja di dermaga ini koq. Jadinya saya selalu ada disitu setiap kali tradisi itu terulang lagi.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRl6kgWaerI/AAAAAAAAAuE/qfdyAVW3u_w/s320/calhaj+4.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Dan kembali secara serentak tanpa dikomando, kami melambaikan tangan saat speed boat yang membawa rombongan mulai meninggalkan dermaga. Lambaian tangan masih terus berlangsung karena speed boat itu sempat melakukan manuver mengelilingi dermaga dengan kecepatan pelan. Seakan memberikan kesempatan bagi pengantar yang belum sempat melambaikan tangan. Masa’ sih ada yang belum sempat melambaikan tangan? Malah yang saya lihat makin banyak tangan yang menjulur melambai dari jendela kabin penumpang speed boat itu. Ooo…, rombongan ingin membalas lambaian tangan dari pengantar. Yow is, impas kalau gitu. Seri, kedudukan menjadi satu sama.</p>
<p>Saat menuju sepeda motor yang kami parkirkan, saya sempat ngobrol dengan pak Sugiono yang sehari-hari bertugas sebagai petugas security itu. Beliau menyapa saya lebih dulu.<br />
“Lho…mas Johan, sampeyan ndak ikut berangkat haji?”<br />
“Wah..iya e, aku lupa kalau hari ini mau berangkat naik haji”, saya membalas gurauannya. “Tapi sudah ketinggalan gitu. Biar aja deh, dibatalin aja”.<br />
“Terus, ONH-nya bagaimana?”<br />
“Ya biar aja. Lha wong belum saya bayar koq. Lagian memang belum ndaftar jadi calon haji”.<br />
Kami pun tertawa dengan canda ringan itu. Yah…, mudah-mudahan bukan hanya bisa berangan-angan saja. </p>
<p><br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/mengantar-keberangkatan-calon-haji.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya dapat award juga</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/akhirnya-dapat-award-juga.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/akhirnya-dapat-award-juga.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 14:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[award]]></category>

		<category><![CDATA[blogger]]></category>

		<category><![CDATA[link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini ceritanya mau bikin balasan untuk komen yang sudah masuk. Pada komen terbaru, ternyata dari mahluk manis yang bernama Wi3nd. Wi3nd bilang ada award untuk saya, pe’ernya ndak usah dikerjain. Lho…, koq ada dispensasinya ya. Tanpa memasukkan ayam-ayam saya ke kandangnya dulu, saya segera bergegas ke blognya Wi3nd dan baca posting dimana award itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini ceritanya mau bikin balasan untuk komen yang sudah masuk. Pada komen terbaru, ternyata dari mahluk manis yang bernama Wi3nd. Wi3nd bilang ada award untuk saya, pe’ernya ndak usah dikerjain. Lho…, koq ada dispensasinya ya. Tanpa memasukkan ayam-ayam saya ke kandangnya dulu, saya segera bergegas ke blognya Wi3nd dan baca posting dimana award itu berasal. Judulnya <a href="http://harumhutan.wordpress.com/2008/11/07/la9-aw4rds-la9-pe3r" target="_blank">~[La9!] aw4rDs &amp; [La9!] pe3r~</a>. Waduh…Wi3nd, ternyata susah juga ya nulis judul postingnya.  Hehehe… Eh.., ada dua award.</p>
<p>Sebenarnya saya sudah dapat dispensasi dari Wi3nd seperti yang dibilangnya pada komen di posting <a href="http://johansite.com/intermezo/blog-dan-search-engine.html" target="_blank">ini</a>. Ambil awardnya aja, pe’ernya ndak usah. Wah, Wi3nd memang baiiiiik banget. Tapi setelah difikir-fikir, rasanya koq ya ndak enak juga kalau pe’ernya ndak dikerjakan. Ndak solider. Terpaksa fasilitas dispensasi yang ditawarkan Wi3nd untuk kali ini ditolak dulu. Dikerjakan aja deh sebisanya.<br />
<span id="more-181"></span><br />
<a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRQekYOaphI/AAAAAAAAAtE/_Xc8qfKgGB8/s320/blog_award+1.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Nah…, itu award yang pertama. Keren ya. Dan tema awardnya itu yang jadi bikin bingung, Best of the best. Mestinya yang dapat award kayak gini ya blognya para senior and pakar blogging. Tapi mungkin yang ngasih dari teman untuk teman, ndak usah dipermasalahkan lagi kriteria blog yang kebagian award ini. Setiap orang pasti akan bilang bahwa temannya adalah orang yang terbaik diantara orang-orang terbaik lainnya dalam hidupnya. Otomatis, blognya teman-teman jadi dianggap blog yang terbaik juga. Meskipun ini dianggap penilaian yang subyektif, ya biarin aja Iya kan, Wi3nd.</p>
<p>Cut! Koq jadi ngomong ngalor-ngidul gitu. Pe’ernya mana? Iya ya, jadi lupa.</p>
<p>Ini tugas-tugas yang mesti dijawab untuk award Best of The Best itu. Saya copas aja dari postingannya Wi3nd :<br />
1. Mengapa blog kamu bernama…? Apa Artinya?<br />
2. Mengapa blog kamu berwarna…?</p>
<p>Saya jawab gini :</p>
<ol>
<li>Nama blog : Blognya JOHAN. Kenapa diberi nama seperti itu. Sebab nama saya Johan. Jadi nama blog saya ya Blognya JOHAN. Kalau nama saya Paijo, pasti blog ini saya kasih nama : Ini Blognya PAIJO. Koq ditambahin kata &#8220;ini&#8221; di depannya? Terserah saya dong, wong ini blog saya sendiri, bukan blognya tetangga saya. Tapi yang jelas, sekarang blog ini bernama Blognya JOHAN. Sengaja dibikin begitu supaya orang-orang pada tahu semua kalau ini blog saya. Ndak usah dijelasin lagi, semua sudah pada ngerti.</li>
<li>Lalu, kenapa blog ini koq ada warna coklat tuanya, ada warna putihnya, ada warna coklat muda dan coklat yang rada-rada mirip pink itu? Wah…, kalau ini susah njawabnya. Dari sananya memang sudah dibuat begitu oleh yang bikin theme. Pinginnya sih diganti dengan warna dominan biru kesukaan saya itu. Tapi berhubung ndak gampang mengganti warnanya, terpaksa masih pakai warna aslinya. Ntar kalau ada cukup waktu, saya akan mencoba merubahnya sesuai dengan warna-warna selera saya.</li>
</ol>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SRQex01MY4I/AAAAAAAAAtM/JuPNgU76ozg/s320/blog_award+2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Sekarang menginjak ke award yang kedua. Itu dia gambar awardnya. Award ini dihadiahkan bagi blogger yang dianggap blonya gokil bin sableng, setidaknya pernah punya pengalaman gokil atau ndak nggenah lainnya. Temanya gokil, tapi gambarnya koq gitu ya. Biarin deh, yang penting dapat award. Saya dapat award ini dari Wi3nd. Lalu, apa Wi3nd menganggap saya gokil bin sableng juga? Kalau memang iya, awas ya Wi3nd! Hehehehe…, becanda koq. Mungkin saya pernah punya beberapa pengalaman gokil juga. Pengalaman-pengalaman unik yang ndak biasa, ndak wajar, dan mungkin ndak bisa diulang lagi. Mungkin begitu. Ya sudah, pengalaman-pengalaman itu yang akan saya ceritakan secara seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Yang ini nyontek kalimat terakhir teks proklamasi RI.</p>
<blockquote><p>Dulu, setiap belanja ke toko, saya sering mengambil barang-barang belanjaan dengan jumlah 13. Misalnya beli mie instan 13 bungkus, telur 13 butir, kopi instan 13 sachet, atau kapur barus 13 bungkus. Koq jumlah 13, itu kan angka sial. Justru kesialan itu yang membawa keberuntungan. Biasanya si pemilik toko (ndak semua pemilik toko) akan menghitung masing-masing sejumlah 12 aja. Meskipun sudah saya bilang dengan suara yang cukup nyaring kalau belanjaan saya itu masing-masing berjumlah 13. Apa lagi kalau belanjanya pas masih pagi. Tetap aja si pemilik toko menghitungnya dengan jumlah 12. Lumayan, untung satu biji. Pingin tau apa sebabnya? Cari aja sendiri jawabannya. Tapi sudah beberapa tahun lalu strategi belanja ala abunawas itu tidak saya lakukan lagi. Dosa.</p>
<p>Saat masih bersekolah SMA di Prokimal – Lampung Utara, untuk mengisi liburan, saya dan dan beberapa teman pernah coba-coba ngamen di sebuah perumahan di Tanjung Karang. Itu kota di Lampung Selatan. Coba bayangin, mau ngamen aja mesti ke kota yang jauhnya lebih dari 200 kilo meter dari rumah saya. Di perumahan itu (lupa nama perumahannya, tapi seingat saya disitu ada studio radio Andalas FM), dari satu rumah ke rumah lainnya, dari ujung ke ujung, kami selalu menyanyikan lagu andalan kami, Kemesraan-nya Iwan Fals dkk. Sebab hanya lagu itu saja yang teksnya kami hapal banget. Sampai akhirnya tiba di sebuah rumah yang ternyata penghuninya pernah jadi tetangga saya di Prokimal. Dia minta kami membawakan 5 buah lagu dengan bayaran lima ribu rupiah. Wah…, job yang mantap nih. Tapi kami hanya bisa bermain 3 lagu saja. Akhirnya malah si tuan rumah pinjam gitar saya dan menyanyikan 5 buah lagu keroncong untuk kami. Dan kami tetap dibayar lima ribu rupiah. Wekekekeke….</p>
<p>Kalau cerita yang berikut, bukan saya sableng, tapi orang lain. Tiga tahun yang lalu, oleh perusahaan saya diikutkan kursus kepelabuhanan di Jogja. Waktu itu saya menginap di penginapan Trim II di daerah Pasar Kembang di dekat jalan Malioboro. Untuk makan malam, saya memilih warung yang berada di seberang jalan penginapan itu. Malam pertama saya pesan ayam penyet. Selesai makan saya tanya harganya. Sembilan ribu rupiah. Lho…, koq mahal ya. Saya bayar aja. Tapi saya jadi kepikiran terus, koq harganya bisa lebih mahal dibanding harga ayam penyet di Pulau Bunyu ya. Apa mungkin karena malam itu saya ngomong pakai bahasa Indonesia? Malam kedua saya pesan ayam penyet lagi. Kali ini pakai bahasa Jowo. Dan, ajaib, harganya langsung anjlok mirip turunnya harga saham di BEJ beberapa waktu lalu. Jadi Rp.2500,- sudah termasuk es tehnya. Halah…, ternyata kemarin itu saya sudah ditembak dengan sukses.</p></blockquote>
<p>Rasa-rasanya postingan ini koq jadi lumayan panjang ya. Ndak biasanya begini. Ntar yang baca bisa jadi bosan. Cukup tiga biji aja deh ceritanya. Lagi pula, kan memang sudah dapat dispensasi dari Wi3nd. Nah&#8230;, sekarang acara bagi-bagi kedua award itu untuk teman-teman blogger. Saya pilih 5 orang aja deh. Tapi sebelumnya, penjelasan peraturannya begini :</p>
<ol>
<li> Download dulu kedua gambar award itu lalu di-upload pada posting yang sampeyan bikin untuk ngomongin tema ini.</li>
<li> Cantumkan link blog yang ngasih award ini.</li>
<li>Cantumkan nama 5 orang blogger yang bakal menerima kedua award ini. Jangan lupa untuk mencantumkan juga link ke blognya.</li>
<li> Setelah itu kasih tau kepada 5 orang pemilik blog itu bahwa mereka dapat award dari sampeyan.</li>
</ol>
<p>Dan ini dia, 5 nominator penerima award Best of The Best dan award Gokilz itu :<br />
1. <a href="http://kejeblog.com/i-love-monday" target="_blank">mas Qisthon</a><br />
2. <a href="http://hernawan.web.id/2008/11/obama-menang-sayapun-terharu" target="_blank">Freddy</a><br />
3. <a href="http://trendy.rasyid.net/2008/11/07/dongkrak" target="_blank">Trendy wekekke…</a><br />
4. <a href="http://mutiara25.wordpress.com/2008/11/05/chatten" target="_blank">mbak Mutia</a><br />
5. <a href="http://masmoemet.co.cc/2008/11/07/friday-1218-am" target="_blank">mas Moemet</a></p>
<p>Akhirnya, terserah kepada teman-teman yang sudah saya sebutin, mau ngerjakan tugas ini atau ndak. Bagi saya ini tradisi yang bagus untuk saling berbagi link. Jadi, kenapa ndak dikerjakan aja. Ndak susah banget koq.</p>
<p><a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/akhirnya-dapat-award-juga.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blog dan search engine</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/blog-dan-search-engine.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/blog-dan-search-engine.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 13:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mampir ke blognya mas Choen dan tertarik untuk membaca postingnya yang berjudul Nembak keyword : Pelacuran SEO?. Sepertinya beliau mau ngomongin soal SEO, tapi ternyata bukan. Ini tentang kehadiran blog yang pertumbuhannya kian hari bak jamur di musim hujan. Fenomena ini ternyata cukup membuat situs-situs search engine jadi kelabakan juga. Mereka jadi lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya mampir ke blognya mas Choen dan tertarik untuk membaca postingnya yang berjudul <a href="http://1demi1.blogspot.com/2008/10/nembak-keyword-pelacuran-seo.html" target="_blank">Nembak keyword : Pelacuran SEO?</a>. Sepertinya beliau mau ngomongin soal SEO, tapi ternyata bukan. Ini tentang kehadiran blog yang pertumbuhannya kian hari bak jamur di musim hujan. Fenomena ini ternyata cukup membuat situs-situs search engine jadi kelabakan juga. Mereka jadi lebih sibuk mengindeks content-content baru yang kemunculannya jauh lebih banyak dan cepat dibanding beberapa tahun lalu. Terus, memangnya kenapa?</p>
<p>Dalam tulisannya, mas Choen juga memberikan link ke tulisan mas Anang yang juga masih bicara pada topic yang sama, <a href="http://anangku.blogspot.com/2008/10/update-google-pagerank.html" target="_blank">Update Google Pagerank (1)</a>. Posting arek Suroboyo ini pun makin memperjelas duduk permasalahannya. Pertumbuhan jumlah blog yang makin banyak membuat para pengguna search engine makin banyak kecele’nya. Saat mereka mencari informasi yang dibutuhkan, jadi lebih banyak diantar menuju ke situs (terutama blog) yang ternyata memuat info yang tidak sedang dicari. Hanya karena posting di situs itu memuat kata-kata yang mirip dengan keyword yang diketikkan pada kolom pencarian yang dilakukan oleh pengguna search engine itu.<br />
<span id="more-180"></span><br />
Nasib seperti itu ternyata menimpa juga pada beberapa pengunjung blog saya ini. Misalnya beberapa kali saya menemukan keyword &#8220;cara membuat video klip&#8221; yang dengan terpaksa membuat mereka menjumpai posting <a href="http://johansite.com/jurnal/bikin-video-klip.html" target="_blank">Bikin video klip</a> yang sama sekali bukan artikel berisi tips atau tutorial cara membuat video klip. Kemarin saya jumpai juga keyword &#8220;warna untuk cat dinding kantor&#8221;, yang membuat si pengetik keyword harus hinggap di posting <a href="http://johansite.com/intermezo/eksperimen-warna.html" target="_blank">Eksperimen warna</a> yang benar-benar konyol itu. Pasti si pengetik keyword &#8220;warna untuk cat dinding kantor&#8221; jadi dongkol banget. Bikin gue jadi buang-buang waktu dan bandwidth aja, dia misah-misuh gitu. Sorry friend, gue kagak sengaja. Suer deh…..</p>
<p>Saya benar-benar tidak mengira kalau cukup banyak posting di blog ini sudah membuat para pencari informasi dengan jasa search engine jadi kecele’. Saya hanya menulis apa saja yang saya alami sehari-hari. Atau kadang membahas hal-hal yang menarik perhatian saya yang kemudian saya paparkan dengan cara seadanya, cenderung sambil lalu saja. Sekedar mengupdate blog saya ini. Karena untuk posting yang rada-rada bernada serius sudah saya siapkan tempatnya di blog saya yang lain. Yang disini sifatnya personal banget, bukan mewakili apa atau siapa.</p>
<p>Kepinginnya sih menghindari semua itu. Tapi rasanya tidak mungkin. Bisa dipastikan hal-hal seperti diatas akan terus berulang selama search engine masih terus mengindeks halaman demi halaman blog ini. Hal-hal ngelantur dalam blog ini selalu bisa menghasilkan keyword bernada serius pada search engine. Mungkin memang begitu efek globalisasi yang ndak enak pada internet. Bagi para penjelajah dunia maya yang sangat luas ini akan membuat mereka menjadi lebih sering menjumpai sampah, bukan informasi.</p>
<p><br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/blog-dan-search-engine.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya bisa akses lagi</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/akhirnya-bisa-akses-lagi.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/akhirnya-bisa-akses-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 03:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[excelcomindo]]></category>

		<category><![CDATA[flexi]]></category>

		<category><![CDATA[indosat]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini koneksi telkomsel flash ngadat lagi. Sepertinya sudah sejak kemarin malam. Saya coba beralih ke indosat, signal yang muncul hanya beberapa bar saja. Itu pun tidak stabil. Naik turun. Saat saya paksakan untuk melakukan koneksi, hasilnya nihil. Masih belum mau menyerah, saya coba lakukan koneksi pada jaringan flexi meskipun belakangan ini jaringan internetnya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini koneksi telkomsel flash ngadat lagi. Sepertinya sudah sejak kemarin malam. Saya coba beralih ke indosat, signal yang muncul hanya beberapa bar saja. Itu pun tidak stabil. Naik turun. Saat saya paksakan untuk melakukan koneksi, hasilnya nihil. Masih belum mau menyerah, saya coba lakukan koneksi pada jaringan flexi meskipun belakangan ini jaringan internetnya tidak bisa memberikan akses yang saya inginkan. Ternyata memang tetap tidak bisa menyediakan akses internet. Ponsel CDMA itu saya simpan lagi di lemari. Berikutnya saya coba lakukan koneksi pada jaringan excelcomindo, tapi sayang sekali kartu SIM-nya belum saya beli. Koneksi dibatalkan. </p>
<p>Sebenarnya saya bisa melakukan koneksi internet menggunakan speedy, tapi sayangnya saya belum berlangganan sambungan dari PT. Telkom itu. Yah…, kalau gitu sih mending ndak usah diceritain. Bikin penonton jadi kecewa aja. Terserah saya dong. Wong ini blog saya sendiri koq. Masalahnya saya fikir belum sangat membutuhkan sambungan tetap dan akses internet yang tidak mendukung mobilitas saya. Kalau seumpamanya saya ini seorang ibu rumah tangga yang biasanya memang lebih banyak berada di rumah, koneksi internet yang tidak bisa dibawa jalan-jalan kesana-kemari seperti speedy itu pasti memang cocok untuk saya. Lagi pula kalau harus membiayai beberapa macam koneksi sekaligus, dijamin saya bisa jadi bangkrut. Kalau tidak percaya, silahkan sampeyan buktikan sendiri.<br />
<span id="more-179"></span><br />
Tapi apapun alasan saya, kenyataannya sejak kemarin saya jadi tidak punya akses internet. Padahal hari Jumat lalu saya sudah terima soft copy beberapa tulisan dari teman-teman untuk dimuat di blog Bunyu Online itu. Dan saya sudah janji untuk menerbitkannya mulai kemarin. Satu naskah per hari. Tapi terpaksa saya tidak bisa menepati janji itu gara-gara belum bisa akses ke internet. Mungkin sebaiknya lain kali tidak usah memberikan janji. Janji itu hutang, dan itu bakal ditagih. Dan hari ini saya harus bayar hutang janji itu pakai apa? </p>
<p>Untuk mengobati rasa dongkol, jengkel, kecewa, dan sejenisnya, saya bikin postingan ini sebagai uneg-uneg. Sebab kalau saya komplain ke para operator penyedia jaringan internet itu, paling-paling mereka akan bilang, mungkin BTS kami di tempat sampeyan lagi gangguan karena ada kambing beranak di sekitar situ. Meskipun alasan ada kambing beranak itu pasti menjadi tidak relevan, yang penting sudah punya alasan. Kalau ndak mau pakai jaringan kami, bikin aja jaringan sendiri. </p>
<p>Si Benjol, teman saya yang tiba-tiba diangkat sebagai personil pemasaran speedy itu pernah menyarankan pada saya untuk menggunakan akses internet yang menjadi layanan dari PT. Telkom itu. Siapa tahu telkomsel flash yang sering saya gunakan itu mengalami gangguan. Wah…, itu alasan yang tidak ekonomis. Memangnya telkomsel flash bakal mengalami gangguan jaringan setiap hari. Lagi pula biaya pemakaian yang dia tawarkan sama saja dengan dana yang rutin saya habiskan tiap bulannya untuk koneksi internet. Pilih mana, akses internet yang cuma bisa dilakukan di rumah saja atau akses internet yang bisa dilakukan meskipun sambil mancing ikan di tengah laut?  </p>
<p>Saya tunda mengetik posting ini, laptop saya tinggal di kamar, lalu menemani 2 orang adik sepupu saya menonton tayangan Mr. Bean di Trans TV. Kelakuan bule yang satu ini benar-benar membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Meskipun episode-episode itu sudah pernah kami tonton di chanel tv yang lain. Rasa dongkol dan sejenisnya tadi langsung lenyap entah kemana. </p>
<p>Selesai menonton Mr. Bean, saya kembali ke kamar dan memeriksa jaringan telkomsel flash. Eh…, sudah ada lagi. Langsung deh saya publish semua posting yang tertunda.</p>
<p><br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/akhirnya-bisa-akses-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Template baru untuk blog Bunyu Online</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/template-baru-untuk-blog-bunyu-online.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/template-baru-untuk-blog-bunyu-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[blogger.com]]></category>

		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<category><![CDATA[BUNYU ONLINE]]></category>

		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<category><![CDATA[tag meta]]></category>

		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tiga malam berturut-turut berkutat dengan obrak-abrik template Bunyu Online, bahkan sampai dini hari, akhirnya proyek itu selesai juga. Memang ada sedikit masalah pada template blog yang juga saya kelola itu. Bunyu Online sering gagal loading saat diakses dengan menggunakan browser internet explorer. Body halaman yang berwarna putih jadi berwarna hitam. Bahkan sidebar tidak tampil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tiga malam berturut-turut berkutat dengan obrak-abrik template <a href="http://www.bunyu-online.com" target="_blank">Bunyu Online</a>, bahkan sampai dini hari, akhirnya proyek itu selesai juga. Memang ada sedikit masalah pada template blog yang juga saya kelola itu. Bunyu Online sering gagal loading saat diakses dengan menggunakan browser internet explorer. Body halaman yang berwarna putih jadi berwarna hitam. Bahkan sidebar tidak tampil sama sekali. Bisa jadi gawat nih kalau dibiarkan terus. Bakal tidak ada yang mau mengunjungi blog yang susah diakses itu. Jadi, kesimpulannya, harus ganti template. </p>
<p>Menggunakan engine blogger.com sebagai media blogging memang membuat kita harus menanggung resiko blog kita akan memiliki size file yang lebih besar dibanding engine blog yang lain. Misalnya wordpress. Pemilihan template dan penggunaan coding pendukung tampilan jadi harus sangat diperhitungkan. Itu untuk mensiasati agar blog kita di blogger.com / blogspot bisa berjalan mulus saat diakses.<br />
<span id="more-178"></span><br />
Dengan segala kendalanya itu, layanan blogging di blogger.com tetap saja banyak disukai para blogger, termasuk saya. Mungkin karena kemudahan dalam editingnya, dukungan pada javascript yang disukai oleh para publisher, customisasi domain yang mudah, apalagi setelah dilengkapi dengan form komentar dan fitur-fiturnya yang terbaru pada versi draft, membuat penggunanya makin fanatik menggunakan layanan blogging ini.</p>
<p>Untuk memilih template pengganti pada blog Bunyu Online, pilihan jatuh pada <a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/09/free-template-magazine-template-2.html" target="_blank">Magazine Template 2</a> buatan kang Rohman itu. Saya sudah mencoba mengaksesnya menggunakan Mozilla, IE, GC, Safari, Opmin, hasilnya bagus. Browser yang lain belum saya coba. Sebab saya fikir browser-browser yang saya sebut tadi yang umum digunakan para netter. Setelah saya edit disana-sini, akhirnya template itu saya gunakan pada blog Bunyu Online. Terima kasih pada kang Rohman untuk templatenya yang bagus dan gratis itu. Link credit di footer tetap aman dan terkendali.</p>
<p>Selanjutnya, untuk pembuatan daftar isi berdasarkan kategori posting, saya gunakan tutorialnya <a href="http://www.o-om.com" target="_blank">mas Agus Ramdhani</a> yang ngetop dengan nama O-om itu. Penjelasan yang diberikan pada tutorial yang dibuatnya mudah dimengerti, jadi saya pakai saja. Tanpa dipungut biaya. Ada lima kategori posting yang saya buatkan daftar isi Bunyu Online. </p>
<p>Sementara untuk urusan SEO, saya menggabungkan teknik-teknik yang digunakan oleh O-om dan <a href="http://www.junjungpurba.com" target="_blank">Junjung Purba</a>. Baik untuk penggunaan tag meta dan submit search engine. Mudah-mudahan hasilnya bisa bagus. Karena berdasarkan pengalaman saya, blog di blogger.com cukup sulit dibuat SEO friendly. Terutama untuk pengeditan permalink yang sepertinya memang tidak bisa dilakukan pada posting di blogger.com. Beda dengan wordpress. Mungkin teman-teman blogger yang lain punya penilaian yang berbeda. Tapi begitulah yang saya alami.</p>
<p>Berkat bantuan mereka bertiga (kang Rohman, mas Agus R, dan lae Junjung Purba), meskipun secara tidak langsung, pekerjaan saya untuk membereskan masalah pada blog <a href="http://www.bunyu-online.com" target="_blank">Bunyu Online</a> bisa diselesaikan. Jadi, bagi teman-teman blogger yang ngeblog di blogger.com / blogspot, saya rekomendasikan mereka bertiga sebagai tempat untuk belajar.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/template-baru-untuk-blog-bunyu-online.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PIN dari google</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/pin-dari-google.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/pin-dari-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 11:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[Google Adsense]]></category>

		<category><![CDATA[publisher]]></category>

		<category><![CDATA[situs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, saat jam kerja, Nanang (adik ipar saya) di Lampung menghubungi saya melalui ponsel. Segera saya mencoba menebak ada apa nih keluarga di Lampung menelepon saya sepagi itu. Biasanya kami ngobrol via ponsel setelah malam hari. Kalau menghubungi saya pada saat jam kerja, pasti ada hal penting yang akan disampaikan. Jangan-jangan ibu lagi sakit, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi, saat jam kerja, Nanang (adik ipar saya) di Lampung menghubungi saya melalui ponsel. Segera saya mencoba menebak ada apa nih keluarga di Lampung menelepon saya sepagi itu. Biasanya kami ngobrol via ponsel setelah malam hari. Kalau menghubungi saya pada saat jam kerja, pasti ada hal penting yang akan disampaikan. Jangan-jangan ibu lagi sakit, saya mulai khawatir. Tapi mudah-mudahan bukan itu beritanya.</p>
<p>&#8220;Hallo. Assalamu’alaikum&#8221;, berhubung saya yang dihubungi, berarti saya dulu yang bersuara.<br />
&#8220;Wa alaikumsalam&#8221;, begitu jawab Nanang di seberang sana. &#8220;Mas, ini, ibu koq dapat surat dari google. Apa mas yang kirim?&#8221;<br />
Sejenak saya terdiam. Bengong bin bingung. Surat dari google berarti google yang kirim dong. Masa’ saya. Tapi dalam sekejap saya tahu apa yang dimaksud Nanang. Mungkin itu surat mengenai google adsense (GA). Apa account GA saya dibanned google?<br />
<span id="more-177"></span><br />
Saya pun segera menanyakan apa isi surat itu. Nanang bilang, itu surat yang berisi konfirmasi PIN. PIN? PIN untuk mengajukan permintaan pembayaran? Sejenak saya tertawa geli. Saya jelaskan mengenai fungsi PIN itu. Sebisa saya. Habis, seumur hidup baru kali ini dapat PIN dari google. Saya bilang mungkin nanti ibu akan dibayar oleh google kalau payout-nya sudah sampai 100 dollar. Kalau semua berjalan lancar, kira-kira setahun lagi lah. Wekekekeke….</p>
<p>Ibu memang saya daftarkan sebagai penerima pembayaran account GA milik saya. Sampai sekarang saya juga belum mudeng, koq nama beliau yang saya daftarkan, bukan nama saya. Seingat saya sudah sejak bulan Juni 2008 lalu account GA itu saya aktifkan. Awalnya saya pasang iklan GA itu pada blog ini dan blog Bunyu Online yang saat itu masih menggunakan domain johan-suryantoro.com. Keduanya blog berbahasa Indonesia. Agar iklannya bisa tampil, pada kode yang diberikan google saya tambahkan pupuk EN. Hehehehe…. </p>
<p>Tapi sebulan kemudian iklan-iklan GA itu saya hapus semua dari kedua blog itu. Saya baca pada beberapa artikel di blog lain, penambahan pupuk EN itu bisa dianggap sebagai kecurangan publisher. Lagi pula GA memang belum secara resmi diperkenankan untuk ditampilkan di situs berbahasa Indonesia. Kepingin bikin blog berbahasa Inggris, tapi kemampuan bahasa Inggris saya masih kurang (kurang banyak banget). Lalu, diapain ya account GA ini. Hingga akhirnya saya tetap nekat memasang iklannya di blog lyric lagu yang sudah tidak bisa saya akses itu. Yang kemudian saya terpaksa membuat kembarannya pada layanan blogging di blogger.com. Dan sudah hampir 2 bulan blog itu belum pernah saya update lagi.</p>
<p>Sejak bulan September lalu saya dibuat terheran-heran oleh kedua blog itu. Saya lihat pada pageview GA-nya, keduanya mendapat trafik yang lumayan deras. Untuk ukuran saya. Rata-rata diatas 60 pageview per harinya. Ajaib, blog yang belum pernah saya update koq malah punya banyak trafik. Lha blog ini, yang hampir tiap hari diupdate, malah sedikit trafiknya. Geleng-geleng kepala. </p>
<p>Karena trafik yang lumayan itu, klik yang terjadi pada iklan GA pun lumayan juga. Tapi koq revenue-nya kecil ya. Per harinya belum pernah lolos dari angka nol koma. Hingga posting ini dibuat, pendapatan yang sudah masuk baru 14,81 dollar. Itu dalam waktu 4 bulan. Wah…, lama banget. Tapi ada untungnya. Sebab kalau terlalu cepat banyak pendapatannya, saat mendekati angka 100 dollar, kata orang google akan meninjau ulang situs yang dipasangi iklan GA itu. Ternyata blog berbahasa Indonesia. Coret. Hikz…, bakal jadi sedih ceritanya.</p>
<p>Untuk menanggulangi musibah seperti itu, sejak bulan kemarin saya sudah mempersiapkan blog berbahasa Inggris dengan menggunakan bantuan google translate. Materi isinya masih dikoreksi ulang bahasanya. Rasanya bahasa Inggris disitu masih banyak punya kejanggalan. Jadi, saya belum mengajaknya bergaul dalam dunia blogsphere. Khawatir ntar malah bikin readernya cengar-cengir, atau paling tidak bakal bikin jidat berkerut gara-gara bahasanya yang amburadul. Tapi saya harus berusaha keras untuk menyelesaikannya. Lalu iklan-iklan GA di blog saya yang lain segera dipindah kesitu. Dan kalau google yang jadi berkerut jidatnya saat melihat blog yang baru dibikin koq sudah punya pendapatan GA segitu, gimana? Biar aja dia mikir sendiri. Wekekekekeke…..<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/pin-dari-google.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita lagi&#8230;</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/cerita-lagi.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/cerita-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 15:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[kopi hangat]]></category>

		<category><![CDATA[malam minggu]]></category>

		<category><![CDATA[mendung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 23.15 saat saya sudah berada di rumah. Malam minggu yang cukup menyenangkan. Meskipun hanya diisi dengan obrolan ringan bersama beberapa teman dekat. Kami suka duduk berkumpul pada bangku kayu dibawah pohon akasia yang berada di pinggir jalan itu. Saling tukar cerita tentang hari-hari yang sudah dilalui kemarin. Sambil sesekali mengumpat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SQM9ccL5nWI/AAAAAAAAApk/p9Uj59Njoqs/s320-R/Sunset2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 23.15 saat saya sudah berada di rumah. Malam minggu yang cukup menyenangkan. Meskipun hanya diisi dengan obrolan ringan bersama beberapa teman dekat. Kami suka duduk berkumpul pada bangku kayu dibawah pohon akasia yang berada di pinggir jalan itu. Saling tukar cerita tentang hari-hari yang sudah dilalui kemarin. Sambil sesekali mengumpat pada sepeda motor yang melintas cepat. Pengendaranya masih abg. Dan malam ini, umpatan itu jadi sering terlontar. Maklum, malam minggu. Mereka jadi bebas berkeliaran.<br />
<span id="more-176"></span><br />
Langit diatas Pulau Bunyu memang sudah ditutupi awan mendung sejak tadi siang. Pandangan keatas hanya akan melihat kelamnya langit. Tapi itu tidak mempengaruhi tradisi malam minggu. Dimana pun itu. Seperti kami juga. Yang merasa harus saling bertukar cerita pada akhir pekan ini. Di temani satu ceret kopi hangat yang mulai kehilangan uapnya saat waktu mendekati pukul 21.00. Pakai waktu Indonesia bagian tengah.</p>
<p>Saya suka mendengarkan mereka saat bergantian bercerita. Tentang rutinitas kerja. Tentang istri dan anak-anak. Tentang keributan kecil dengan tetangga. Tentang harga-harga barang kebutuhan sehari-hari yang sepertinya sepakat untuk naik. Tentang beberapa kesulitan baru yang harus dicarikan solusinya. Saya jadi terlena mendengar cerita-cerita itu. Cerita-cerita yang pasti tidak akan pernah ada habisnya.</p>
<p>Yah…, begitulah kehidupan. Ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan cerita yang bisa kita dengar. Yang mungkin tidak akan pernah bisa kita dengar meskipun hanya seperempatnya karena umur kita yang terbatas ini. Tapi cerita-cerita itu akan terus mengalir. Meskipun tidak ada yang mau mendengarkan. Dan terus berlalu, meskipun tidak ada yang mencoba menggambarkannya. </p>
<p>Terkadang saya mencoba merekam cerita-cerita itu dalam otak saya. Menuliskannya dalam bentuk lain. Sebagai diri saya atau pun sebagai orang yang lain lagi. Disini atau di tempat lain. Bagi saya, semua cerita yang pernah saya dengar itu selalu bagus untuk diingat. Cerita-cerita yang menyatukan hari ini dengan masa lalu. Hari ini dengan esok. Cerita-cerita yang membentuk kehidupan ini.</p>
<p>Malam minggu kali ini, sepertinya cukup sampai disini dulu. Malam sudah makin larut.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/cerita-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa yang memilih mereka?</title>
		<link>http://johansite.com/iseng/siapa-yang-memilih-mereka.html</link>
		<comments>http://johansite.com/iseng/siapa-yang-memilih-mereka.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 11:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[iseng]]></category>

		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>

		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Rencananya mau bikin postingan tentang jalannya proses pemungutan suara di TPS tempat saya bertugas kemarin. Tapi sudah keburu saya bikin laporannya disini. Jadi, kalau masih kepingin baca ceritanya, silahkan baca disitu. Saya tidak membahasnya secara panjang lebar di blog itu, apalagi di blog ini. Yang disini khusus untuk narsis-narsisan. Isi postingannya sebagian besar seputar diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rencananya mau bikin postingan tentang jalannya proses pemungutan suara di TPS tempat saya bertugas kemarin. Tapi sudah keburu saya bikin laporannya <a href="http://www.bunyu-online.com/2008/10/pilgub-kalimantan-timur-di-pulau-bunyu.html" target="_blank">disini</a>. Jadi, kalau masih kepingin baca ceritanya, silahkan baca disitu. Saya tidak membahasnya secara panjang lebar di blog itu, apalagi di blog ini. Yang disini khusus untuk narsis-narsisan. Isi postingannya sebagian besar seputar diri saya, uneg-uneg saya dan juga hari-hari yang saya lalui. Namanya juga personal weblog.</p>
<p>Mungkin saya sudah ketularan pemikiran sebagian besar orang yang rasa-rasanya sudah berpandangan apatis terhadap dunia politik Indonesia. Lalu kenapa saya mau terlibat dalam proses pemilu yang nota bene adalah arena pertarungan para pelaku di dunia politik. Alasannya sederhana saja, karena saya dibayar. Kalau ada yang bilang : dasar mata duitan! Biar saja. Yang penting saya tidak mengambil hak orang lain. Tidak korupsi. Tidak pungli. Dan sejenisnya.<br />
<span id="more-175"></span><br />
Saya tidak perduli siapa yang akan menang dalam pilkada ini. Meskipun saya sudah memberikan suara untuk salah satu kandidat diantara dua kandidat yang masuk dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur. Bagi mereka mau menang atau tidak, bukan urusan saya. Sampeyan tahu, dalam 5 tahun terakhir ini sudah ada 5 pemilu yang saya jalani. Pasti sampeyan juga. Bahkan di Kalimantan Timur, ini pemilu yang ke enam, sebab ada acara putaran kedua. Kayak kompetisi sepak bola saja.</p>
<p>Dari deretan pemilu yang sudah kita lalui, apa sampeyan pernah menghitung berapa biayanya? Apa sampeyan sempat memperhatikan, semakin sering kita berpemilu, semakin banyak pejabat yang diciduk gara-gara mereka sudah menjelma menjadi seorang koruptor. Siapa sih yang memilih mereka? Capek mikirin lingkaran setan seperti itu. Mendingan nonton Naruto aja. Mau bikin wedang kopi dulu ah…..<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/iseng/siapa-yang-memilih-mereka.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi PPS lagi</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/jadi-pps-lagi.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/jadi-pps-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 10:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>

		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[PPS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Besok, hari Kamis tanggal 23 Oktober 2008, masyarakat Kalimantan Timur kembali memberikan suara untuk memilih gubernurnya yang baru. Pemilihan gubernur putaran kedua setelah pada bulan Mei 2008 lalu pasangan calong gubernur dan wakil gubernur yang memenangkan jumlah suara terbanyak gagal memperoleh suara mayoritas. Selisih jumlah suara yang didapat hanya sedikit. Terpaksa diulang lagi deh pemilihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Besok, hari Kamis tanggal 23 Oktober 2008, masyarakat Kalimantan Timur kembali memberikan suara untuk memilih gubernurnya yang baru. Pemilihan gubernur putaran kedua setelah pada bulan Mei 2008 lalu pasangan calong gubernur dan wakil gubernur yang memenangkan jumlah suara terbanyak gagal memperoleh suara mayoritas. Selisih jumlah suara yang didapat hanya sedikit. Terpaksa diulang lagi deh pemilihan gubernurnya. Dan terpaksa saya juga menjadi ikut repot lagi. Sebab, besok saya kembali bertugas sebagai anggota PPS di TPS kami.</p>
<p>Persiapan untuk hajatan demokrasi ini sudah kami lakukan sejak beberapa hari yang lalu. Kegiatannya lebih ringkas dibanding seperti pemilihan gubernur pada putaran pertama tempo hari. Data-datanya sudah ada, tinggal melanjutkan saja. Mungkin yang agak sibuk saat menulis isian surat panggilan pemilih yang jumlahnya lebih dari 400 lembar itu, setelah itu membagikannya kepada yang bersangkutan. Untuk lokasi TPS-nya tidak terlalu sibuk mempersiapkannya karena kami selalu menggunakan ruang kelas SMP 2 Pulau Bunyu. Tinggal atur kursi dan meja, beres deh.<br />
<span id="more-174"></span><br />
Malam ini ceritanya kami akan melaksanakan rapat konsolidasi persiapan sekali lagi. Dan akan diadakan jam 20.00 di rumah Diana, sepupu saya itu. Letak rumahnya disebelah tempat tinggal saya. Tuh..kelihatan dari jendela. Jadi, saya masih punya waktu untuk mengetik dan mempublish posting ini. Rencananya mas Yoyok (KPPS kami) hanya akan menjelaskan sekali lagi apa saja yang menjadi tugas masing-masing anggota. Mungkin itu saja. Eh…, ada lagi. Mungkin pertemuan akan ditutup dengan pembagian amplop berisi honor tugas untuk putaran kedua ini. Sayangnya honor untuk satu bulan kerja. Bukan dua bulan kerja seperti putaran pertama dulu. Enak aja, kerja ndak sampai seminggu, minta honor untuk dua bulan. Hehehe…. Tapi kalau bisa, ndak nolak koq. Tapi yang ini sudah lumayan untuk tambah-tambah beli kapal tanker.<br />
Sudah ya, bapak mau rapat dulu. Selamat malam semua.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 0px 0px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/jadi-pps-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Acara hari ini</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/acara-hari-ini.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/acara-hari-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 11:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[kapal]]></category>

		<category><![CDATA[Marine]]></category>

		<category><![CDATA[pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[PT. Medco Methanol Bunyu]]></category>

		<category><![CDATA[pulau bunyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini ada suasana yang tidak seperti biasanya di kantor. Kami punya hajatan, bikin acara kumpul bersama untuk seorang crew kapal kami yang baru saja memasuki masa pensiun. Namanya pak H. Hasan Madjid. Berhubung beliau sudah berusia 56 tahun, sesuai peraturan perusahaan terpaksa deh beliau menjalani masa purna tugas di PT. Medco Methanol Bunyu. Sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SP29QI24fUI/AAAAAAAAAns/-pe6TkoSlzM/s320-R/Johan009.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Hari ini ada suasana yang tidak seperti biasanya di kantor. Kami punya hajatan, bikin acara kumpul bersama untuk seorang crew kapal kami yang baru saja memasuki masa pensiun. Namanya pak H. Hasan Madjid. Berhubung beliau sudah berusia 56 tahun, sesuai peraturan perusahaan terpaksa deh beliau menjalani masa purna tugas di PT. Medco Methanol Bunyu. Sebenarnya pak H. Hasan sudah menjalani masa itu terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2008. Acara pelepasannya juga sudah diadakan secara resmi oleh perusahaan. Tapi sebagai teman-teman kerjanya di seksi Marine, kami sepakat untuk mengadakan acara serupa secara pribadi di kantor kami. Tentunya dengan suasana yang lebih santai. Dan acara hiburannya….bakar ikan!<br />
<span id="more-173"></span><br />
<a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SP294uVTfZI/AAAAAAAAAn0/eU_6KGVQ14Q/s320-R/Johan014.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Acara pelepasan untuk teman kerja seperti ini sudah menjadi tradisi bagi kami di seksi Marine. Dan kali ini giliran pak H. Hasan yang menjadi bintang acaranya. Sekitar jam 9 pagi pak Haji ini sudah datang ke kantor. Ngobrol dengan beberapa orang teman yang kebetulan sedang berada di kantor. Malah pak H. Hasan ikut turun tangan saat teman-teman mengerjakan proses pembakaran ikan. Biar tambah enjoy acaranya, kata pak Haji. Dan hampir semua personil Marine ikut sibuk mempersiapkan acara ini. Kebetulan hari ini sedang tidak ada kegiatan pengapalan methanol.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SP2-b13s8ZI/AAAAAAAAAn8/o4quumnlDSg/s320-R/Johan002.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Jam 11.00 acara sudah dimulai. Atasan kami, pak Tjiptono, membuka acara dengan pidato pendek. Lalu giliran pak H. Hasan menyampaikan pesan dan kesan beliau selama menjadi rekan kerja kami. Pak H. Hasan bercerita tentang kesan yang dialaminya sejak mulai bekerja di kapal pada tahun 1984. Waktu itu kapal-kapal yang kami operasikan masih ditangani oleh Pertamina. Sejak tahun 1997 kapal sekaligus crew langsung berada dibawah operasional PT. Medco Methanol Bunyu. Hingga sudah saatnya pak H. Hasan harus meninggalkan semua kegiatan rutinnya di kapal itu pada tanggal 5 Oktober lalu.</p>
<p>Sesi omong-omongnya selesai sudah. Satu-persatu kami menyalami dan memeluk pak H. Hasan. Sebagai tanda kami akan selalu menganggap beliau sebagai teman. Kebetulan pak H. Hasan memang akan menghabiskan masa pensiunnya di Pulau Bunyu. Berhubung rumah pribadinya berada di pulau ini. Keluarganya juga banyak yang menetap di Pulau Bunyu.   </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SP2-8zac8FI/AAAAAAAAAoE/PnOAZWiFqx0/s320-R/Johan020.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Dan seperti biasa, acara selalu dilengkapi dengan makan siang bersama, menu andalannya ikan bakar. Namanya juga kantor di pinggir laut, makanan yang paling mudah dicari apalagi kalau bukan ikan. Menu lainnya, lalap-lalapan, krupuk, tahu dan tempe bacem, dan kangkung cah. Cuci mulutnya beberapa jenis kue dan buah-buahan. Ada buah pisangnya. Agar makanannya tidak bersisa, kami juga mengundang teman-teman dari bagian lain. Ini juga sudah jadi tradisi kami. Hingga kadang-kadang mereka sering bertanya dengan nada bergurau, apa ada lagi personil Marine yang akan pensiun? Maksudnya, apalagi kalau bukan diundang acara makan-makan gratis lagi. Hehehe…. Dan untuk pembaca, berhubung makanannya sudah ludes dengan sukses, cukup lihat kepala ikan bakarnya aja ya. Wekekekeke…..<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/acara-hari-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blog walking dan panen link</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/blog-walking-dan-panen-link.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/blog-walking-dan-panen-link.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 21:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[blogger]]></category>

		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>

		<category><![CDATA[gravatar]]></category>

		<category><![CDATA[komentar]]></category>

		<category><![CDATA[promosi blog]]></category>

		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Saat melakukan kegiatan blogging, apa yang saya kerjakan ketika tidak sedang menulis posting? Jawabannya, mungkin sekedar utak-atik tampilan beberapa blog yang saya kelola, tapi yang lebih sering justru ber-blog walking ria. Jalan-jalan dan mampir ke blognya teman-teman sekaligus meninggalkan komentar pada posting yang selesai saya baca. Menulis komentar atau menulis posting itu kan hampir mirip. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat melakukan kegiatan blogging, apa yang saya kerjakan ketika tidak sedang menulis posting? Jawabannya, mungkin sekedar utak-atik tampilan beberapa blog yang saya kelola, tapi yang lebih sering justru ber-blog walking ria. Jalan-jalan dan mampir ke blognya teman-teman sekaligus meninggalkan komentar pada posting yang selesai saya baca. Menulis komentar atau menulis posting itu kan hampir mirip. Bedanya kalau komentar itu lebih ringkas dibanding posting. Tapi saya pernah menjumpai sebuah komentar yang malah lebih panjang dari pada posting yang dikomentari. Perbedaan yang lain misalnya, kalau menulis posting biasanya untuk blog kita sendiri kecuali kita jadi kontributor pada blog atau situs lain, sedangkan kalau menulis komentar biasanya kita lakukan di blognya orang lain kecuali saat kita membalas komentar pada posting di blog kita. </p>
<p>Lalu apa keuntungan blog walking dan berkomentar di blognya orang lain? Wow.., buanyak buanget. Salah satunya, ini yang kedengarannya klise, menjalin silaturahmi atau keakraban sesama blogger. Disamping itu, dengan blog walking kita akan ikut mengetahui hal-hal baru yang sudah lebih dulu diketahui oleh blogger lain yang dituliskannya pada posting mereka. Mereka yang cari info baru itu lalu membuat reportasenya dan kita tinggal membacanya saja. Enak, kan. Wekekeke….<br />
<span id="more-172"></span><br />
Manfaat lainnya masih banyak lagi. Misalnya, ini masih kedengaran klise tapi terbukti keampuhannya, sebagai sarana promosi gratis untuk blog kita. Dan saya yakin promosi model begini yang biasanya dilakukan pertama kali oleh para blogger. Meskipun ada juga yang melakukan jalan pintas dengan cara membeli link, pasang iklan, dan sebagainya. Bagi kita, blogger bermodal cekak, blogwalking dan meninggalkan komentar pada blog yang kita singgahi adalah alternatif utama yang sangat ampuh dalam mempromosikan blog kita. Dan hasilnya akan lebih prima jika kita juga bisa menerapkan optimasi SEO pada blog kita. Situs search engine yang akan mengambil alih tugas promosi itu.</p>
<p>Bagi saya, mungkin juga berlaku untuk blogger lain, blogwalking dan berkomentar di blognya orang lain berarti kita sedang panen link gratis. Koq bisa? Ya bisa toh…. Sekarang ini banyak blogger yang jadi penganut dofollow. Artinya link yang kita tinggalkan pada saat berkomentar di blog mereka, link itu akan dideteksi sebagai link asli. Akan muncul pada search engine atau pada list link di technorati. Bagi para pemuja page rank (PR) ini tentu sangat bermanfaat. Syukur-syukur kalau kita punya posting berkualitas yang biasanya akan dijadikan link oleh situs lain sebagai referensi saat mereka menuliskan tema yang sama di situs mereka. Itu kalau kita punya posting yang diakui kualitasnya. Kalau tidak punya, bagaimana? Ya itu, rajin melakukan blogwalking dan berkomentar di blognya orang lain.</p>
<p>Saya bisa berbicara seperti apa yang saya tulis diatas karena hampir sebagian besar inbound link yang diperoleh oleh blog ini berasal dari link pada komentar yang saya tinggalkan di blognya teman-teman yang saya singgahi. Dan anehnya, ada beberapa link yang merujuk pada account <a href="http://johansite.com/serba-serbi/manfaatkan-layanan-gravatarcom.html" target="_blank">Gravatar</a> saya. Jumlahnya pun tidak sedikit. Itu dapat sampeyan lihat <a href="http://www.technorati.com/blogs/johansite.com?reactions" target="_blank">disini</a>. Saya belum tahu penjelasan fenomena link yang merujuk pada account Gravatar itu. Barangkali ada yang tahu, bisa sharing di kolom komentar.</p>
<p>Nah.., ada satu lagi saran saya untuk sampeyan yang jadi pengguna layanan blogging di blogger.com. Saat berkomentar di blog yang menggunakan engine blogger.com juga, jangan memilih account google sebagai indentitas komentator. Tapi sebaiknya menggunakan indentitas Nama/URL. Jika pemilik blog di blogger.com tersebut menerapkan dofollow, insya Allah link url yang sampeyan masukkan pada indentitas akan terdeteksi sebagai link asli. Bukan referral link atau redirect link. Dan akan segera dideteksi oleh situs technorati yang biasanya akan berbanding lurus dengan peningkatan page rank (PR) blognya sampeyan.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/blog-walking-dan-panen-link.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agregat dan indentitas blogger</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/agregat-dan-indentitas-blogger.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/agregat-dan-indentitas-blogger.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 08:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[agregat]]></category>

		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<category><![CDATA[indentitas]]></category>

		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<category><![CDATA[posting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tanggal 9 Oktober 2008 kemarin blog ini sudah tergabung dalam agregat Borneo Blogger Community . Sebuah komunitas blogsphere untuk blogger di Kalimantan dan sekitarnya, termasuk saya yang tinggal di Pulau Bunyu ini. Saya mengetahuinya setelah mendapat konfirmasi berupa e-mail dari Saudara Freddy yang kabarnya baru saja memperoleh putri pertamanya itu. Sebelumnya pada tanggal 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tanggal 9 Oktober 2008 kemarin blog ini sudah tergabung dalam agregat <a href="http://borneoblogger.com" target="_blank">Borneo Blogger Community </a>. Sebuah komunitas blogsphere untuk blogger di Kalimantan dan sekitarnya, termasuk saya yang tinggal di Pulau Bunyu ini. Saya mengetahuinya setelah mendapat konfirmasi berupa e-mail dari Saudara <a href="http://hernawan.web.id" target="_blank">Freddy</a> yang kabarnya baru saja memperoleh putri pertamanya itu. Sebelumnya pada tanggal 2 Oktober 2008 saya sudah mengajukan permohonan agar blog ini dan blog Bunyu Online bisa bergabung pada agregat itu. Tapi sayang sekali hanya <a href="http://johansite.com" target="_blank">blog ini</a> yang diterima, sedangkan <a href="http://www.bunyu-online.com" target="_blank">Bunyu Online</a> tidak. Alasannya Bunyu Online tidak bersifat personal, tapi blog yang content-nya dibuat secara keroyokan meskipun pengelolaannya saya lakukan sendiri.</p>
<p>Keberadaan sebuah  agregat blog memang sangat bagus bagi perkembangan dunia blogging. Ini memudahkan kita untuk memperkenalkan kegiatan blogging kepada masyarakat luas pengguna internet. Dan tentu saja sangat bermanfaat juga bagi para blogger itu sendiri. Secara otomatis posting terbaru mereka akan segera nampang di halaman situs agregat itu dan bisa menjadi ajang promosi yang efektif keberadaan sebuah blog. Oleh karena itu menjadi kewajaran jika kemudian banyak komunitas blogger pada akhirnya memiliki situs agregatnya masing-masing.<br />
<span id="more-171"></span><br />
Mengapa jadi punya kecenderungan untuk bergabung dalam sebuah komunitas blogging? Apa memang perlu dunia blogsphere harus dikotak-kotakkan? Bukan itu maksudnya. Untuk menampung keinginan dan tujuan yang sama, beberapa individu memang perlu menyatukannya dalam satu kelompok. Kelompok itu bisa terbangun berdasarkan dasar pemikiran yang sama, penguasaan atau ketertarikan pada bidang yang sama, atau domisili pada region yang sama. Ini memudahkan dalam bertukar fikiran atau saling memberikan bantuan. Misalnya kalau kita mengalami kesulitan, pasti minta tolong pada keluarga atau teman dekat lebih dulu. Masa’ langsung ke tetangga jauh. Iya, kan. Meskipun dalam kenyataannya dunia internet sudah melintasi batas-batas seperti itu. Tapi untuk bisa tumbuh dan berkembang, kita harus punya akar yang kuat pada tanah tempat kita berpijak. </p>
<p>Setelah komunitas regional terbentuk, ini bisa digabungkan lagi kedalam komunitas yang skalanya lebih luas lagi. Pada prinsipnya, lebih baik tumbuh bersama sehingga bisa saling bantu daripada bergerak sendiri-sendiri secara sporadis. Jika organisasi regional sudah bisa dikelola secara baik, mungkin suatu saat bisa terbentuk organisasi blogger tingkat nasional yang pada gilirannya bisa bergabung lagi dalam organisasi blogger tingkat internasional. Atau jangan-jangan yang seperti ini memang sudah ada. Masalahnya saya ini baru beberapa bulan jadi blogger, jadi belum tahu persis perkembangan blogsphere di tanah air, apalagi sampai perkembangan blogsphere di tingkat dunia.</p>
<p>Pokoknya begini saja, mudah-mudahan dengan adanya komunitas blogsphere, setiap blogger jadi lebih mengetahui apa yang harus dilakukan. Lebih mengetahui kewajiban dan haknya. Kalau perlu mungkin bisa dibuatkan undang-undang yang mengatur perngeblogan. Dan dianjurkan agar blogger menggunakan indentitas jelas saat blogging. Masalahnya begini, sering terjadi ribut-ribut karena kasus copas content dalam blogging. Kalau kita punya content berkualitas yang asli buatan kita sendiri dan kita mempublikasikannya dengan indentitas asli yang jelas, paling tidak orang lain akan berfikir lebih dulu kalau ingin melakukan aksi copy paste pada content buatan kita itu. Coba bayangkan, bagaimana kita mau menuntut si pelaku copy paste kalau indentitas kita saja sudah tidak jelas bahkan anonim. Nah…, mengenai penggunaan indentitas asli dan jelas ini, seorang blogger senior yang sangat saya hormati, Fatih syuhud, pernah membicarakaannya secara panjang lebar dalam sebuah artikelnya. Tulisan beliau itu bisa dibaca <a href="http://afatih.wordpress.com/2008/02/29/roy-suryo-dan-blogger-penipu" target="_blank">disni</a>. Mudah-mudahan apa yang dikatakan beliau dalam artikel tersebut bisa lebih membuat kita paham akan pentingnya sebuah indentitas.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/agregat-dan-indentitas-blogger.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nama alias</title>
		<link>http://johansite.com/bingung/nama-alias.html</link>
		<comments>http://johansite.com/bingung/nama-alias.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 18:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bingung]]></category>

		<category><![CDATA[nama]]></category>

		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<category><![CDATA[undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini saya sering menjumpai beberapa orang, teman atau keluarga, yang menggunakan nama alias untuk panggilan. Nama yang sangat berbeda dengan nama aslinya. Mungkin awalnya mereka tidak sengaja menggunakan nama itu. Bisa saja itu nama yang diberikan keluarga atau teman. Mungkin sebuah nama kesayangan, bahkan nama ejekan. Tapi jarang pemberian nama itu karena ejekan. Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini saya sering menjumpai beberapa orang, teman atau keluarga, yang menggunakan nama alias untuk panggilan. Nama yang sangat berbeda dengan nama aslinya. Mungkin awalnya mereka tidak sengaja menggunakan nama itu. Bisa saja itu nama yang diberikan keluarga atau teman. Mungkin sebuah nama kesayangan, bahkan nama ejekan. Tapi jarang pemberian nama itu karena ejekan. Kalau pun ada, itu memang nama yang disiapkannya sendiri. Sekedar agar terdengar lucu dan aneh. Mungkin ingin menjadi berbeda dibanding orang lain. Apa pun nama alias itu, terkadang bikin repot juga.</p>
<p>Saya coba sebutkan beberapa nama alias teman atau keluarga saya yang sangat jauh berbeda dengan nama aslinya. Misalnya si Benjol, saya tahu ini nama yang dipilihnya sendiri. Nama aslinya Hasan Basri. Pakai nama Benjol pada saat masih suka ngebrik dulu, berkomunikasi menggunakan radio. Nama Benjol tetap melekat sampai sekarang. Lalu ada seorang anggota crew mooring yang namanya Habuddin, tapi lebih sering dipanggil Enceh. Atau teman saya yang nama aslinya Heri tapi dipanggil Tyo.<br />
<span id="more-170"></span><br />
Di tempat saya, sering terjadi seorang bapak atau ibu punya sebutan panggilan dengan embel-embel nama anaknya yang tertua. Misalnya anaknya yang tertua itu bernama Bahar, maka bapaknya akan dipanggil dengan sebutan Bapak Bahar. Kalau ibunya jadi Mamak Bahar. Di daerah lain saya fikir ada kebiasaan yang mirip seperti ini. Misalnya di Jawa. Dulu ibu saya sering dipanggil dengan sebutan ibune Joko. Joko itu nama kakak saya. Kalau almarhum bapak saya, ya dipanggil dengan sebutan bapak’e Joko. Tentunya itu nama panggilan dari orang-orang yang akrab dengan keluarga kami.</p>
<p>Mengenai nama panggilan atau nama alias ini, saya jadi punya cerita yang menarik. Tapi juga menjengkelkan. Misalnya pada saat menjelang pemilu. Saya beberapa kali menjadi anggota PPS. Pada saat membagikan surat panggilan untuk para pemilih di kampung, nama alias inilah yang cukup bikin repot. Singkat cerita, surat panggilan itu sudah hampir habis kami bagikan dengan cara mengantarnya ke rumah mereka masing-masing. Tinggal dua lembar surat panggilan yang tersisa. Kalau tidak salah atas nama Amiruddin dan Asmawati. Sepertinya mereka ini pasangan suami istri kalau dilihat pada nomor kartu pemilihnya. Dan rasanya saya juga belum pernah dengar kedua nama ini. Anggota PPS saya yang lain pun tidak mengenal nama ini.</p>
<p>Untuk mencari pemilik kedua surat panggilan pemilih itu, kami jadi berkeliling menanyakannya pada para tetangga. Semua sudah ditanyai, tapi koq tidak ada yang tahu juga ya. Akhirnya kami menyerah dan surat panggilan itu disimpan di rumah saya. Setelah malam hari, seorang bapak yang biasa kami panggil Bapak Guntur karena anak pertamanya bernama Guntur, datang ke rumah. Bapak Guntur ini baru beberapa minggu pindah ke kampung kami dan menyewa rumah milik paman saya. Rumah itu hanya 50 meter jauhnya dari tempat tinggal saya. </p>
<p>Malam itu dia menanyakan surat panggilan pemilihnya. Saya bilang sepertinya Bapak Guntur belum terdaftar sebagai pemilih di TPS kami karena namanya memang tidak ada di daftar nama pemilih. Saya pun jadi teringat dengan kedua Surat Panggilan itu dan coba menanyakan pada Bapak Guntur, siapa tahu dia kenal dengan kedua orang pemilik surat panggilan itu.<br />
&#8220;Ya ini surat panggilan saya&#8221;, kata Bapak Guntur yang ternyata nama aslinya Amiruddin. Dan Asmawati itu nama istrinya, ibunya si Guntur. Halah….koq ya baru ngaku. Tiwas saya sempat kecapekan keliling kampung cari pemilik surat panggilan itu. Saan kami berkeliling mencari pemilik surat panggilan itu, kebetulan bapak Guntur dan istrinya sedang ke laut, mereka berprofesi sebagai nelayan.</p>
<p>Lalu ada cerita lain lagi. Ini pada saat saya diminta tolong membagikan undangan pernikahan. Saya kebagian tempat pembagian undangan di daerah yang bernama Kebun Bakti. Beberapa undangan sudah saya bagikan kepada yang berhak. Kebetulan saya banyak mengenal orang-orang disitu. Hingga pada undangan yang ditujukan kepada Gantang. Ini nama siapa lagi? Saya segera menanyakan pemilik nama itu pada orang-orang disitu. Mereka menunjuk ke sebuah rumah. Setahu saya itu rumah teman saya yang bernama Said yang sehari-hari bekerja di bagian Keuangan PT.MMB.<br />
&#8220;Itu kan, rumah si Said. Mana ada yang namanya Gantang di rumah itu&#8221;, saya sedikit ngotot pada orang-orang yang saya tanya tadi.<br />
&#8220;Si Gantang itu nama panggilan si Said kalau di rumah&#8221;, jawab mereka sambil tertawa.<br />
Wah…, kena lagi deh saya. Yang menuliskan nama di undangan ini koq iseng banget sih. Kenapa bukan nama aslinya yang ditulis. Bikin mumet aja.</p>
<p>Cerita berikutnya terjadi sebulan yang lalu. Saya mendapat undangan dari Pak Kamba. Ini nama seorang anggota TKBM (Tenaga Kerja Bongkar-Muat) di pelabuhan kami. Saat itu dia akan menikahkan anaknya. Dan saya terkejut saat membaca tulisan pada undangan itu. Disitu tercantum tulisan &#8220;Menikah : Kamba dengan Sarifuddin&#8221;. Lho…, ini yang mau nikah Pak Kamba atau anaknya? Kalau memang Pak Kamba mau menikah lagi, koq menikah dengan laki-laki juga. Akhirnya seorang teman yang cukup dekat dengan Pak Kamba menerangkan bahwa yang namanya Kamba itu anaknya pak Kamba. Walah…, koq jadi tambah bingung. Nama asli Pak Kamba sendiri saya tidak ingat lagi. Jadi, Kamba itu nama puetrinya yang akan menikah dengan Sarifuddin itu. Lagi pula, anak perempuan koq ya diberi nama Kamba sih. Bikin saya jadi punya fikiran yang aneh-aneh saja.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/bingung/nama-alias.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>E-mail dari Microsoft</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/e-mail-dari-microsoft.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/e-mail-dari-microsoft.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 07:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[e-mail]]></category>

		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>

		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 13 Oktober 2008 kemarin saya mendapat e-mail dari Microsoft Corporations. Coba deh banyangin, saya dapat e-mail dari perusahaan yang namanya sudah mendunia. Isi e-mailnya pun mestinya bikin saya jingkrak-jingkrak. Lalu bersorak-sorak kegirangan keliling kampung. Tapi ndak jadi deh. Ntar malah dianggap jadi orgil. Kalau tadi e-mail itu berupa teguran karena saya sudah menggunakan software [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPiwAcjoX4I/AAAAAAAAAm8/_IZCECLNOfo/s320-R/LOGO+MICROSOFT.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Tanggal 13 Oktober 2008 kemarin saya mendapat e-mail dari Microsoft Corporations. Coba deh banyangin, saya dapat e-mail dari perusahaan yang namanya sudah mendunia. Isi e-mailnya pun mestinya bikin saya jingkrak-jingkrak. Lalu bersorak-sorak kegirangan keliling kampung. Tapi ndak jadi deh. Ntar malah dianggap jadi orgil. Kalau tadi e-mail itu berupa teguran karena saya sudah menggunakan software buatan mereka dalam versi bajakannya, itu masih masuk akal. Lha…ini saya malah mau dikasih uang yang jumlahnya, wow…… Dibawah ini redaksi e-mail itu.<br />
<span id="more-169"></span></p>
<blockquote><p>Microsoft Corporations:<br />
Customer Service<br />
Your Reference No: ESP-L/L-2810<br />
Your Batch No: 2008/101/MIC</p>
<p>OFFICIAL WINNING NOTIFICATION.</p>
<p>We are pleased to inform you of the release of the long awaited results of<br />
Sweepstakes promotion organized by Microsoft, in conjunction with the<br />
foundation<br />
for the promotion of software products, (F.P.S.) held October 9th 2008,<br />
in Spain. Where in your email address emerged as one of the online Winning<br />
emails in the 2nd category and therefore attracted a cash award of<br />
(€475,000.00)<br />
FOUR HUNDRED and SEVENTY FIVE THOUSAND EUROS.<br />
To begin your claim, do file for the release of your winning by contacting<br />
our Foreign Transfer Manager:</p>
<p>Mr. Celino Ramses<br />
Tel:+34 65 2677 942<br />
Fax:+34 65 2677 942<br />
Email:celinoramses02@gmail.com</p>
<p>The Microsoft Internet E-mail lottery Awards is sponsored by former<br />
CEO/Chairman,<br />
Bill Gates and a consortium of software promotion companies. The Intel Group,<br />
Toshiba, Dell Computers and other International Companies. The Microsoft<br />
internet E-mail draw is held periodically and is organized to encourage the<br />
use of the Internet and promote computer literacy worldwide.<br />
Congratulations!!<br />
Sincerely,<br />
Mrs. Maria Alanjedro<br />
Promotions Manager</p></blockquote>
<p>Tapi sayang sekali e-mail itu dikirim kepada saya dengan menggunakan account e-mail ini : celinoramses02@gmail.com.  Kirain memang benar-benar dari Microsoft. Terpaksa benar-benar batal deh rencana jingkrak-jingkraknya. Dan e-mail dari &#8220;Microsoft&#8221; itu pun sudah saya hapus dengan sukses. Mudah-mudahan tidak ada yang jadi korban.<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/e-mail-dari-microsoft.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ban kempes, Riyanti Jangkaru, dan kertas undangan</title>
		<link>http://johansite.com/bingung/ban-kempes-riyanti-jangkaru-dan-kertas-undangan.html</link>
		<comments>http://johansite.com/bingung/ban-kempes-riyanti-jangkaru-dan-kertas-undangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 12:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bingung]]></category>

		<category><![CDATA[halal bihalal]]></category>

		<category><![CDATA[Jejak Petualang]]></category>

		<category><![CDATA[Riyanti Jangkaru]]></category>

		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>

		<category><![CDATA[undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini rasanya saya sedang mengalami hari yang kurang bagus. Itu dimulai saat saya sudah bersiap berangkat ke kantor tadi pagi. Selesai sarapan dan merapikan diri, saya segera menuju tempat sepeda motor diparkirkan. Sepeda motor itu sudah berdiri menunggu dengan standard dua. Kalau standard-nya tidak dipasang, pasti sudah ambruk dari kemarin. Tanpa menaikkan lagi standardnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini rasanya saya sedang mengalami hari yang kurang bagus. Itu dimulai saat saya sudah bersiap berangkat ke kantor tadi pagi. Selesai sarapan dan merapikan diri, saya segera menuju tempat sepeda motor diparkirkan. Sepeda motor itu sudah berdiri menunggu dengan standard dua. Kalau standard-nya tidak dipasang, pasti sudah ambruk dari kemarin. Tanpa menaikkan lagi standardnya, saya langsung duduk pada jok sepeda motor lalu saya dorong ke depan sehingga standard naik dengan sendirinya. Lho…, sepeda motor ini menjadi lebih rendah? Saya melongok kebawah, dan….saya lihat roda belakang dalam keadaan kempes. Kempes total. Halah…..</p>
<p>Saya pastikan roda itu mengalami kebocoran, bukan kurang angin. Tanpa fikir panjang lagi, segera saya bawa sepeda motor itu ke bengkel yang berlokasi tidak jauh dari rumah. Bengkel itu sudah dibuka dan saya lihat ada sepeda motor lain yang sedang ditambal ban dalamnya. Pemilik sepeda motor sedang duduk menunggu. Wah…, senasib nih. Berhubung khawatir nanti terlalu lama menunggu, saya titip sepeda motor saya di bengkel itu. Saya bilang ganti ban dalam yang baru saja, sebab seingat saya ban dalam roda belakang itu sudah pernah 2 kali ditambal sebelumnya. Setelah itu saya segera mencegat teman yang kebetulan melintas dengan sepeda motor juga dan saya pun ikut nebeng berangkat ke kantor. Aman.<br />
<span id="more-167"></span><br />
Memang saya cukup kerepotan kalau sepeda motor itu sedang dalam masalah. Mobilitas jadi terganggu. Mau pakai mobil kantor, tuh mobil ndak pernah nganggur. Ya sudah acara kesana-kesini dalam rangka kerja terpaksa ditunda dalam waktu sekitar 2 jam. Saat saya perkirakan proses penambalannya sudah selesai, saya mengajak Tomy yang kebetulan sedang berada di kantor untuk mengantarkan saya ke bengkel tadi. Dan dalam waktu kurang dari 7 menit, kami sudah sampai di depan bengkel. Sepertinya ban dalam roda belakang sepeda motor saya sudah selesai ditambal. </p>
<p>&#8220;Maaf mas, tadi saya lupa memberi tahu anak buah saya untuk mengganti ban dalam yang baru. Jadi, cuma ditambal saja bagian yang bocor itu. Ada 2 tambalan&#8221;, jawab si pemilik bengkel saat saya menanyakan ongkosnya. Yah…, koq malah ditambal sih. Beginilah jadinya kalau memperbaiki kendaraan di bengkel tanpa ditunggui. Kalau mau diganti lagi ban dalamnya, jelas saya harus menunggu lagi. Buang-buang waktu saja. Lagi pula sudah terlanjur ditambal. Ya sudah deh, saya bayar saja ongkosnya. Mudah-mudahan tambalannya bisa berusia lanjut. </p>
<p>Sekarang cerita berlanjut pada siang hari, menjelang pukul 3 siang. Itu sudah sore atau masih siang ya? Adik saya menghubungi saya untuk minta tolong diambilkan surat pembelian rumah di Tarakan yang dititip pada speed boat regular yang sesuai jadwal akan tiba di dermaga jam 3 sore. Saya segera menuju dermaga, ngeeeng….. Sesampainya di dermaga, saya lihat seorang teman saya, beberapa orang berseragam Pemuda Pancasila dan beberapa orang aparat kecamatan berada di ruang tunggu. Kelihatan lebih ramai dari pada biasanya. Ada apa nih?</p>
<p>Tanya punya Tanya, mereka bilang sedang menjemput crew Jejak Petualang dari Trans7 yang kabarnya mau meliput keberadaan ikan pari. &#8220;Siapa saja crewnya?&#8221;, saya iseng bertanya. Menurut seorang teman, ada Riyanti Jangkaru juga. Masa’ sih Riyanti masih jadi presenter Jejak Petualang itu? Rasanya cewek cantik yang namanya sempat jadi nama virus computer itu sudah pensiun dari Jejak Petualang. Saya tidak tahu pasti sebab saya memang jarang menonton tayangan yang cukup terkenal itu. </p>
<p>Tidak lama kemudian speed boat berkasitas 40 orang penumpang itu sudah tiba dan merapat ke dermaga. Satu persatu saya amati para penumpang yang turun. Hingga akhirnya saya lihat sekelompok anak muda yang membawa beberapa kamera panggul, tripod, dan beberapa kotak yang pasti berisi peralatan shooting video. Bersama mereka tampak dua orang gadis manis dan ternyata tidak ada satu pun yang mirip Riyanti Jangkaru. Ya sudah deh, saya tidak jadi memotret mereka. Saya lakukan tujuan saya semula, mengambil dokumen pembelian rumah milik adik yang dititipkan pada crew speed boat.</p>
<p>Nah…, sekarang cerita setelah sampai di rumah. Saya jadi teringat pada acara halal bihalal besok malam. Beberapa teman sudah mengajak untuk berangkat bareng-bareng ke tempat acara itu besok malam. Tadi siang undangannya sudah dibagi-bagikan. Setelah mandi sore, saya cari undangan itu dalam tas kerja. Saya aduk-aduk isi tas itu, lho…, udangannya koq ndak ada? Saya ambil lagi baju kerja yang sudah dimasukkan ke keranjang cucian. Saya periksa semua kantong baju dan kantong celana kerja itu. Tetap tidak ketemu. Saya terduduk dan mencoba mengingat dimana undangan itu saya simpan. Seingat saya, tadi siang sempat pergi ke bank untuk melakukan setoran. Sesampai di kantor, ada secarik kertas yang saya anggap saya gunakan untuk mencatat jumlah masing-masing pecahan mata uang kertas saat menghitung uang setoran itu. </p>
<p>Biasanya saya catat dulu jumlah pecahan seratus ribu berapa lembar, yang lima puluh ribu berapa lembar, dan yang dua puluh ribu berapa lembar. Begitu. Setelah kembali ke kantor, kertas itu saya anggap  sudah tidak ada gunanya lagi. Dan biasanya saya buang ke tempat sampah. Apa undangan itu sudah saya sangka sebagai kertas catatan jumlah uang dan sudah saya buang ke tempat sampah? Sebab undangan itu dicetak pada kertas kuarto biasa, kertas yang sama yang biasa saya gunakan sebagai catatan jumlah setoran uang ke bank. Lalu, bagaimana saya bisa datang ke acara halal-bihalal besok malam tanpa undangan itu? Sebab pada kertas undangan itu juga dicetak kupon untuk konsumsi dan doorprize. Koq jadi begini ya.<br />
<br/><br />
<a title="johansite.com"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/bingung/ban-kempes-riyanti-jangkaru-dan-kertas-undangan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Employee Opinion Survey</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/employee-opinion-survey.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/employee-opinion-survey.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 10:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[Dunamis]]></category>

		<category><![CDATA[EOS]]></category>

		<category><![CDATA[karyawan]]></category>

		<category><![CDATA[Kilang Methanol Bunyu]]></category>

		<category><![CDATA[pooling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Waktu sudah mendekati pukul 16.30 saat ponsel saya menerima sebuah panggilan. Nur, adik ipar saya yang sehari-hari bertugas sebagai adm. Kepala Bagian Jasrum itu menyampaikan instruksi agar saya dan beberapa orang teman di seksi Marine menghadiri pengisian pooling EOS (Employee Opinion Survey). Pooling itu diadakan di perputakaan kilang methanol. Setengah jam lagi sudah mau pulang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcH0DSIIdI/AAAAAAAAAl8/hP8I_gAhiLI/s320-R/KILANG-6.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Waktu sudah mendekati pukul 16.30 saat ponsel saya menerima sebuah panggilan. Nur, adik ipar saya yang sehari-hari bertugas sebagai adm. Kepala Bagian Jasrum itu menyampaikan instruksi agar saya dan beberapa orang teman di seksi Marine menghadiri pengisian pooling EOS (Employee Opinion Survey). Pooling itu diadakan di perputakaan kilang methanol. Setengah jam lagi sudah mau pulang, saya mencoba memprotes. Tapi Nur tetap ngotot, ini hari terakhir, hanya saya dan teman-teman di Marine yang belum melengkapi pooling EOS itu. Tim EOS sudah tidak mau member toleransi waktu. Terpaksa saya mengalah dan segera menghubungi beberapa teman itu.<br />
<span id="more-166"></span><br />
<a title="Blognya JOHAN"><img style="float:right;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcIKOBwAhI/AAAAAAAAAmE/paRbeEjfN4o/s320-R/KILANG-3.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>EOS merupakan upaya perusahaan untuk memahami penilaian pegawai terhadap perusahaan, sebagai pegangan untuk mengetahui apa saya yang menjadi harapan-harapan pegawai terhadap perusahaan. Diharapkan pooling yang sudah didapat bisa mewakili aspirasi para pegawai kepada perusahaan. Program ini sudah dilaksanakan setiap 2 tahun sekali dengan bantuan teman-teman dari Dunamis sebagai konsultan. Mungkin ada sebagian dari teman-teman pembaca yang sudah mengetahui keberadaan lembaga konsultan yang berkedudukan di Jakarta ini. Dengan menggunakan jasa lembaga konsultan dari pihak ketiga, kemungkinan penilaian kondisi sosial dalam perusahaan yang menjadi hanya sepihak dapat dihilangkan.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcIjWCveJI/AAAAAAAAAmM/kPEW6F_4PN4/s320-R/KILANG-4.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Sebenarnya saya dan beberapa teman di seksi Marine sudah mendapat konfirmasi tentang pooling ini melalui account e-mail masing-masing. Ini e-mail inventaris, alias e-mail yang disediakan oleh Medco Energi. Pada e-mail itu sudah disediakan link menuju halaman form pooling EOS pada website-nya Dunamis. Disertakan juga username dan password untuk masing-masing pegawai. Konfirmasi itu sebenarnya sudah kami peroleh seminggu yang lalu. Karena adanya kesibukan kerja atau karena memang malas, pooling dari Dunamis itu belum juga selesai kami isi. Apalagi sejak adanya pemadaman aliran listrik dalam beberapa hari ini, acara pooling itu dengan sukses kami tinggalkan.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:right;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcJC3DaqzI/AAAAAAAAAmU/rse3CS0kvrQ/s320-R/KILANG-5.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Karena belum juga memperoleh isian pooling dari kami, akhirnya pihak Dunamis memutuskan untuk mendapatkan isian secara offline. Barangkali mereka jadi dongkol, koq orang-orang ini pada bandel semua ya? Hehehehe…. Dan akhirnya tadi sore kami diinstrusikan supaya bisa hadir di ruang perpustakaan kilang methanol untuk melakukan pengisian pooling EOS. Kebetulan sekali, menurut saya. Sudah cukup lama saya belum pernah memasuki areal kilang lagi. Dulu saat masih memegang fungsi sebagai koordinator loading, setiap ada pengapalan methanol kami harus masuk kedalam kilang untuk melakukan koordinasi dengan petugas-petugas terkait disana. Tapi semenjak tahun 2003, fungsi itu sudah ditangani langsung bagian operasi kilang. Dan saya hanya sesekali masuk kedalam areal kilang untuk mengambil material kerja di gudang pengadaan yang kebetulan lokasinya memang berada didalam sana.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcJYOxR2dI/AAAAAAAAAmc/wJqFaUx7Eqk/s320-R/KILANG-7.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Ternyata dalam pengisian pooling itu, saya yang pertama kali selesai lebih dulu dibanding yang lain. Entah isiannya benar atau salah, yang penting sudah jadi juara pertama sampai ke finish.  Setelah selesai mengisi pooling EOS dan sambil menunggu teman-teman yang lain mengerjakan formulir isiannya masing-masing, saya berinisiatif untuk melakukan pemotretan. Mumpung sedang berada didalam areal kilang nih… Lagi pula, tugas seorang blogger saat berada di lapangan, apalagi kalau bukan cepret sana cepret sini. Lumayan, dapat bahan postingan mengupdate blog ini. Biar pun cuma posting ngalor-ngidul, yang penting update. Biar orang-orang pada tahu bahwa blog saya ini masih eksis dan masih aktif sampai hari ini.  </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:right;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcJt_4CdSI/AAAAAAAAAmk/WN9PVL34buU/s320-R/KILANG-8.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Yang pertama saya ambil gambarnya adalah teman-teman yang sedang mengerjakan isian pooling. Itu, fotonya saya temple di paragraph pertama posting ini. Lalu saya pindah ke ruang sebelah. Disitu terpajang maket miniatur Kilang Methanol Bunyu. Berapa ya skalanya? Wah…, saya belum menemukan tulisan yang mencantumkan skala perbadingan maket miniatur dengan ukuran kilang yang sebenarnya. Koq malah mikir skala sih, pokoknya dipotertin aja maketnya. Ceprat-cepret….!! Dapat 3 gambar. Dan saya putuskan untuk diupload semua.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPcKD23KUpI/AAAAAAAAAms/7-M7dcl-hVU/s320-R/KILANG-9.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Kurang puas dengan hanya memotret maket miniatur-nya, saya keluar dari gedung untuk memotret kilang yang sebenarnya. Dengan pertimbangan, mumpung sedang berada didalam kilang. Sebab kalau ditunda untuk lain kali, belum tentu saya ingat atau sempat untuk mengambil gambar kilang ini. Nah…, banguna yang berbentuk kubus itu yang biasa disebut sebagai reaktor. Tempat untuk mereaksikan gas alam dengan bahan-bahan pembuat gas methanol. Dan saya hentikan acara potret-memotret saat teman-teman sudah menyelesaikan isian pooling itu. Setelah mengisi absen, ternyata masing-masing dari kami mendapat pembagian bingkisan berupa jam digital dari pihak Dunamis. Lumayan. Kalau kemarin kami sudah menyelesaikan pengisian pooling EOS secara online, kira-kira mendapat pembagian jam digital atau tidak ya?<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/employee-opinion-survey.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin video klip</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/bikin-video-klip.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/bikin-video-klip.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[adegan]]></category>

		<category><![CDATA[gambar]]></category>

		<category><![CDATA[handycam]]></category>

		<category><![CDATA[kamera]]></category>

		<category><![CDATA[sunset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Tadi sore dapat tugas khusus dari pak Tjiptono. Ceritanya, malam minggu nanti perusahaan akan mengadakan acara halal-bihalal bersama. Kebetulan pak Tjip terpilih sebagai ketua panitia, dan seperti sekaligus merangkap tugas sebagai pengarah acara. Beliau minta bantuan pada saya untuk pembuatan ilustrasi video sebagai background pembawaan beberapa lagu dengan tema religius. Katanya video ilustrasi itu akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi sore dapat tugas khusus dari pak Tjiptono. Ceritanya, malam minggu nanti perusahaan akan mengadakan acara halal-bihalal bersama. Kebetulan pak Tjip terpilih sebagai ketua panitia, dan seperti sekaligus merangkap tugas sebagai pengarah acara. Beliau minta bantuan pada saya untuk pembuatan ilustrasi video sebagai background pembawaan beberapa lagu dengan tema religius. Katanya video ilustrasi itu akan disorotkan pada layar background panggung menggunakan in-focus. Ada lima lagu yang rencananya akan dibawakan kelompok vocal. Berarti harus ada lima video ilustrasi. Waktu yang tersedia hanya sampai hari sabtu, berarti tiga hari lagi. </p>
<p>Sepertinya waktu yang tersedia tidak cukup. Lebih dari dua tahun yang lalu saya pernah iseng-iseng membuat video klip lagu buatan saya sendiri. Waktu itu teman sekantor saya, Basriansyah, yang jadi modelnya. Settingnya di ruang kantor dan sekitar areal pelabuhan. Itu perlu waktu satu hari penuh. Proses pencocokkan gerak bibir dan lagu ternyata cukup memakan waktu. Benar-benar sulit mengepaskannya. Tapi untuk video ilustrasi pada acara halal bihalal nanti tidak memerlukan seorang model. Jadi, tidak perlu pakai acara akurasi lipsinc itu. Mudah-mudahan waktu yang tersedia memang cukup.<br />
<span id="more-165"></span><br />
Pada pembuatan video klip iseng-iseng itu kami benar-benar menggunakan kamera professional merk Panasonic, yang dipanggul itu. Saya lupa pada detail specnya. Itu kamera milik paman saya yang tinggal di Tanjung Selor. Paman ini memang berprofesi sebagai cameraman pada studio yang melayani jasa dokumentasi acara pernikahan, ulang tahun, atau acara-acara khusus lainnya. Waktu itu beliau datang ke Pulau Bunyu karena ada seorang sepupu saya yang menikah. Sekalian si paman bawa kameranya untuk dokumentasi acara akad nikah dan resepsinya. Nah…, gara-gara menggunakan kamera itu, kami berdua (saya dan Basriansyah) jadi tontonan beberapa orang yang sedang jjs di dermaga saat pembuatan video klip iseng itu. Hehehehe…</p>
<p>Beda dengan saat saya dan Basriansyah membuat video klip iseng itu, untuk hunting gambar video ilustrasi acara halal bihalal saya malah hanya dilengkapi handycam merk Sony dengan mini video cassete sebagai penyimpan gambar. Handycam ini kami pinjam dari bagian Humas perusahaan. Hampir saja saya kehilangan semangat gara-gara perlengkapan seperti itu. Kayak mau nyoting acara ulang tahun anak-anak aja. Walah….gaya. habis, bikin video klip iseng-iseng aja, saya pakai kamera professional. Meskipun Cuma pinjaman. Lha ini, bikin video ilustrasi untuk acara perusahaan koq malah cuma pakai handycam. Tapi ndak apa deh, dari pada nanti malah dibilang tidak loyal pada perusahaan. Maju terus, pantang mundur.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPXTIPIzWKI/AAAAAAAAAls/EYthxfqlgfI/s320-R/sunset-1.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Obyek pertama, kami ambil beberapa gambar di Pantai Nibung. Segala macam ombak dan gelombang, perahu nelayan di tengah laut, pohon cemara yang tertiup ombak, beberapa ekor kepiting yang sedang berkejara, burung-burung elang yang terbang muter-muter, semua saya shooting habis. Setelah tidak ada lagi obyek menarik yang gambarnya bisa diambil di pantai itu, kami lalu mendatangi beberapa masjid yang ada di Pulau Bunyu. Kebetulan pada beberapa masjid ada anak-anak yang sedang belajar membaca Al-Qur’an. Saya ambil gambarnya dengan kekuatan penuh. Begitu juga ketika tak lama kemudian saat mereka pulang dengan mencium tangan guru ngajinya, saya ambil juga adegan itu. </p>
<p>Begitu moment itu selesai, kami berpamitan kepada guru mengaji itu dan kembali ke kantor. Hari sudah mulai menjelang senja. Sesuai jadwal pengambilan gambar, sunset sudah menunggu di pelabuhan. Segera saya ambil adegan yang sangat dramatis itu. Obyek pertama adalah seorang penjala ikan yang kebetulan berada di jembatan pelabuhan. Orang itu saya jadikan siluet dengan latar belakang matahari yang hamper terbenam. Lalu….cut!! Adegan berikutnya berpindah pada moment sunset, matahari yang perlahan tenggelam dibalik horizon. </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPXTp7nr50I/AAAAAAAAAl0/EpBjpVB04FA/s320-R/sunset-2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Saat itulah saya benar-benar serius memperhatikan perjalanan sunset. Adegan matahari terbenam hingga meninggalkan semburat sinar emasnya ternyata hanya memakan waktu kurang dari tiga menit. Saya belum pernah menyangka bahwa secepat itu yang terjadi. Mungkin karena pada waktu-waktu sebelumnya saya tidak pernah memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Benar-benar luar biasa. Karena takjub pada kejadian itu, hingga saya hanya punya sedikit waktu untuk mengabadikan sunset itu dan menampilkan ilustrasinya di blog ini. Yang tersisa hanya bias sinar berwarna emas itu, dan suasana dermaga yang semakin sepi…..<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/bikin-video-klip.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saat mati lampu</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/saat-mati-lampu.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/saat-mati-lampu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 11:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[aktifitas]]></category>

		<category><![CDATA[kantor]]></category>

		<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<category><![CDATA[listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini kinerja di kantor jadi terganggu gara-gara mati lampu. Listrik padam sejak pagi sampai pulang kerja. Otomatis komputer tidak dapat difungsikan seperti biasanya. Ini benar-benar menghambat banyak pekerjaan saya. Beberapa agen yang membayar jasa pelabuhan terpaksa hanya saya beri kwitansi yang pernah saya beli beberapa bulan lalu. Dan beruntung buku kwitansi itu masih saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini kinerja di kantor jadi terganggu gara-gara mati lampu. Listrik padam sejak pagi sampai pulang kerja. Otomatis komputer tidak dapat difungsikan seperti biasanya. Ini benar-benar menghambat banyak pekerjaan saya. Beberapa agen yang membayar jasa pelabuhan terpaksa hanya saya beri kwitansi yang pernah saya beli beberapa bulan lalu. Dan beruntung buku kwitansi itu masih saya simpan. Biasanya saya buatkan nota resmi untuk mereka. Penghitungan tagihan sudah saya buatkan formula otomatisnya di komputer. Tinggal isikan tonase kapal, lamanya waktu kegiatan, jumlah dan jenis cargo, bendera negara kapal, beres deh. Biar komputer yang menghitung jumlah tagihan. Tapi hari ini semuanya terpaksa dihitung menggunakan kalkulator. Males deh. Ternyata hidup saya sudah benar-benar tergantung pada listrik.</p>
<p>Padamnya arus listrik ini dikarenakan sumber tenaga yang menggunakan gas engine itu sedang dihentikan operasionalnya. Ini sudah jadi prosedur standard setiap di lakukan trun around kilang. Akibatnya semua ruangan di kantor utama (<a href="http://www.bunyu-online.com/2008/10/kantor-besar-pulau-bunyu.html" target="_blank">kantor besar</a>), juga di kantor kami jadi berhenti aliran listriknya. Hari ini jadi tidak bisa menikmati hangatnya kopi manis di kantor gara-gara pemanas air yang menggunakan aliran listrik itu tidak berfungsi, tidak bisa mengikuti berita terkini yang biasa ditonton di tv kantor, tidak bisa menyejukkan tenggorokan dengan air dispenser yang dingin itu, tidak bisa menikmati akses internet gratis di kantor, dan sejenisnya. Pokok’e payah deh.<br />
<span id="more-164"></span><br />
Kalau sudah begini, jadi ingat jasa orang-orang yang menjadi pengembang kegunaan arus listrik pada awal perkembangan sejarah bidang ini. Misalnya Michael Faraday dan Thomas A. Edyson. Seandainya mereka tidak dilahirkan di dunia, pasti masih ada orang lain yang akan mengembangkan penemuan listrik. Tapi toh nyatanya memang mereka yang terbukti berjasa dalam hal perlistrikan ini. Jadi, ya tetap saja harus dihormati jasa-jasanya. Iya, kan. Tapi kenapa harus ada cerita mati lampu ya? Saya atau sampeyan pasti jadi blingsatan saat terserang pemadaman aliran listrik. </p>
<p>Untuk menghilangkan kejenuhan karena tidak bisa mengerjakan aktifitas rutin seperti biasanya, setelah makan siang saya dan teman-teman di kantor memetik beberapa buah kelapa muda yang pohonnya tumbuh di sekeliling kantor. Beli es batu di pasar yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor. Dan kami pun berpesta es kelapa muda siang itu. Wah…, benar-benar suegeeerrr. Tapi sayangnya saya lupa mengabadikan acara iseng itu. Koq bisa lupa ya. Pasti gara-gara terlalu serius menikmati es kelapa muda. Habis, enak banget sih. Hehehehe…<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/saat-mati-lampu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Swadaya kedua</title>
		<link>http://johansite.com/jurnal/swadaya-kedua.html</link>
		<comments>http://johansite.com/jurnal/swadaya-kedua.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 14:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[crew]]></category>

		<category><![CDATA[kapal]]></category>

		<category><![CDATA[mekanik]]></category>

		<category><![CDATA[mesin]]></category>

		<category><![CDATA[mobil]]></category>

		<category><![CDATA[operasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin melakukan aksi swadaya pada episode Eksperimen warna yang hasilnya ternyata sangat tidak menggembirakan itu, hari ini terpaksa kami berswadaya lagi. Kali ini benar-benar full time, satu hari penuh. Sekarang yang menjadi obyek swadaya kami adalah mobil operasional di seksi Marine, unit kerja kami. Sudah lebih dari satu minggu mobil itu tidak lagi melaju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kemarin melakukan aksi swadaya pada episode <a href="http://johansite.com/intermezo/eksperimen-warna.html" target="_blank">Eksperimen warna</a> yang hasilnya ternyata sangat tidak menggembirakan itu, hari ini terpaksa kami berswadaya lagi. Kali ini benar-benar full time, satu hari penuh. Sekarang yang menjadi obyek swadaya kami adalah mobil operasional di seksi Marine, unit kerja kami. Sudah lebih dari satu minggu mobil itu tidak lagi melaju dengan kekuatan penuh. Itu karena kanvas roda gigi pemutar as penghubung mesin dan keempat roda penggeraknya sudah aus. Untuk melewati gundukan polisi tidur saja sudah tidak mampu, apalagi untuk mengikuti lomba balap mobil Formula 1.</p>
<p>Biasanya kami menyerahkan masalah itu pada bagian bengkel perusahaan yang bernaung dibawah departemen maintenance. Berhubung semua mekanik di bengkel itu dikerahkan untuk membantu pelaksanaan turn around di kilang methanol kami, mereka jadi belum punya waktu untuk membantu kami dalam memperbaiki mobil operasional kami itu. Wah…, kalau dibiarkan terus, bisa-bisa crew Marine harus jalan kaki untuk melakukan kegiatan kerja di lapangan. Kalau cuma bawa diri sendiri sih tidak apa. Tapi kalau sambil membawa peralatan yang lumayan berat itu, kan bisa klenger.<br />
<span id="more-163"></span><br />
<a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPNCRp2TRvI/AAAAAAAAAlM/Vx1kRpOgsi8/s400-R/MOBIL3.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Setelah mengambil inisiatif melalui perundingan meja bundar, akhirnya kami memutuskan untuk meminta bantuan beberapa awak kapal bagian mesin. Meskipun mesin kapal tidak sama dengan mesin mobil, toh cara kerjanya kurang lebih sama. Lagi pula mereka menyanggupi untuk melakukan perbaikan pada mobil operasional kami itu. Dengan semangat untuk kepentingan bersama, kata mereka. Mungkin karena mobil itu memang sering digunakan secara bergantian untuk kegiatan kerja. Dan kami pun segera memilih orang-orangnya. Cukup 3 orang saja. Ada <a href="http://recky2arjuna.wordpress.com" target="_blank">pak Recky</a>, pak Thaib, dan pak Lauren. Mereka bertiga kebetulan juga para perwiran mesin di kapalnya masing-masing. Dan biasa dipanggil dengan sebutan &#8220;Bas&#8221;. Jadi lebih lengkapnya, panggilan untuk mereka bertiga itu begini ; Bas Recky, Bas Thaib, dan Bas Lauren. Untuk Bas Lauren, sejak dulu lebih akrab dipanggil dengan sebutan Bas Oyen. Saya kurang tahu sejarahnya bagaimana dia bisa dipanggil seperti itu. Selain mereka bertiga, Lubis kemudian ikut ambil bagian juga untuk membantu. Yang satu ini salah seorang anggota crew mooring.</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:right;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPNC4VQGKTI/AAAAAAAAAlU/YjRbLK_bW2Y/s400-R/MOBIL2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Perbaikan mobil dimulai sejak pukul 9 pagi. Seperti biasa, semua peralatan yang diperlukan sudah kami sediakan, meskipun tidak selengkap peralatan yang ada pada bengkel perusahaan. Untuk membuat bagian bawah mobil menjadi lebih tinggi, kami terpaksa memanfaatkan tumpukan fender yang berada disamping kantor. Sudah lumayan ruang yang tersedia dibawah mobil untuk mereka bertiga. Setelah berada posisi yang diinginkan, rem tangan segera dikunci dan keempat roda mobil diberi ganjal. Perbaikan pun segera dilaksanakan. Kami yang bukan mekanik ini memberikan bantuan sebisanya. Misalnya mereka minta kunci ring nomor 17, ya dikasih kunci ring nomor 17. Kalau dikasih obeng, jelas ndak nyambung. Nah…, berhubung saya ini seorang blogger juga, terpaksa saya melakukan aksi ceprat-cepret disela proses perbaikan mobil itu. Blogger itu kalau sudah di lapangan kerjanya ya cuma motrat-motret aja, kan.</p>
<p>Untuk mengganti kanvas itu, ternyata banyak juga bagian mekanis mbil yang harus dibongkar. Misalnya as penghubung mesin dengan roda, starter, tali kopling, dan saya tidak tahu lagi benda-benda yang lainnya. Maklum, belum pernah punya mobil sih. Membongkar dan memasangnya juga memerlukan waktu yang lumayan lama. Saya yang hanya melihat-lihat saja jadi merasa capek. Tapi mereka koq tetap serius melakukan itu selama berjam-jam ya. Mungkin karena memang sudah hobby di bagian mesin ya. Bayangkan saja, dari pagi sampai sore yang dilihat cuma bagian bawah mobil. Kalau lihat cewek cantik sih pasti ndak bosan. Wekekekeke….</p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPNDtKT2y4I/AAAAAAAAAlc/y786Ic6F72E/s400-R/MOBIL5.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Berbeda dengan hasil swadaya eksperimen warna, swadaya kali ini berhasil dengan baik. Pasti karena yang menanganinya memang orang-orang yang menguasai bidang ini. Setelah semuanya selesai, kami menguji mobil itu dengan mengendarainya mengelilingi dermaga. Siip deh, mobil sudah kembali memiliki kekuatan seperti semula. Siap untuk melakukan kegiatan operasional di seksi Marine. Untuk merayakan keberhasilan itu, kami makan gado-gado gratis bersama-sama. Yang traktir pak Tjiptono, atasan kami. Dan sebagai tambahan, ilustrasi ketiga pada posting ini, itu fotonya si Tomy, kepala kamar mesin di tug boat Sukabakti. Dia ikut membantu sebentar lalu minta dipotret dan minta fotonya ikut dipublikasikan di blog ini. Heran, biasanya yang narsis itu yang punya blog. Ini koq malah orang lain. Hehehehehe….<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/jurnal/swadaya-kedua.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Eksperimen warna</title>
		<link>http://johansite.com/intermezo/eksperimen-warna.html</link>
		<comments>http://johansite.com/intermezo/eksperimen-warna.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 09:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Johan Suryantoro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INTERMEZO]]></category>

		<category><![CDATA[cat]]></category>

		<category><![CDATA[dinding]]></category>

		<category><![CDATA[hari minggu]]></category>

		<category><![CDATA[kantor]]></category>

		<category><![CDATA[kuas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://johansite.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu ini kebetulan saya tidak punya acara kemana-mana. Tidak ada ajakan mancing ikan di laut dari teman-teman. Tidak ada ajakan makan bersama dari keluarga atau dari teman-teman dekat. Tidak ada rencana jalan-jalan ke obyek wisata yang jumlahnya memang sedikit di Pulau Bunyu ini, maklum pulau kecil. Juga tidak ada kegiatan shoting sinetron terbaru saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu ini kebetulan saya tidak punya acara kemana-mana. Tidak ada ajakan mancing ikan di laut dari teman-teman. Tidak ada ajakan makan bersama dari keluarga atau dari teman-teman dekat. Tidak ada rencana jalan-jalan ke obyek wisata yang jumlahnya memang sedikit di Pulau Bunyu ini, maklum pulau kecil. Juga tidak ada kegiatan shoting sinetron terbaru saya, nah.., yang ini jelas lagi mengkhayal. Lalu, apa dong acaranya. Ngecat tembok. Lho…? Iya, ngecat tembok. Tepatnya, mengecat dinding kantor saya. </p>
<p>Biasanya untuk urusan ngecat-mengecat atau perbaikan pada bangunan kantor atau perumahan pegawai, sudah ada seksi tersendiri yang menanganinya. Kami menyebutnya Fasum, singkatan dari fasilitas umum. Entah dapat wangsit dari mana, kami iseng-iseng melakukan sendiri kegiatan mengecat kantor ini. Hanya dinding bagian dalamnya saja. Tidak terlalu luas dan pasti cepat selesai. Lagi pula dari pada bengong di rumah.<br />
<span id="more-162"></span><br />
<a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPHHgsjeAPI/AAAAAAAAAks/8qdAYyGuoLY/s320-R/foto2.jpg" border="0" alt="Blognya JOHAN" /></a>Hari jumat kemarin semua peralatan sudah kami siapkan. Kebetulan saya memegang keuangan di kantor, jadi saya belikan apa saja yang dibutuhkan. Kami pilih warna biru, supaya kami makin terlihat eksis di bidang Marine. Halah… Dinding bagian luar kantor sudah agak lama dicat dengan warna biru muda. Nah…, bagian dalamnya rencananya mau diberi warna biru yang agak tua sedikit. Supaya terasa lebih sejuk. Tidak seperti warna semula, white broken (warna orange yang nyaris menjadi berwarna putih) yang menimbulkan efek pantul yang agak keras. Begitu sih teorinya. Dan kami mengharapkan warna yang terjadi nanti akan seperti warna pot bunga yang terletak di teras kantor itu. Foto pot bunganya sudah saya sertakan juga sebagai ilustrasi. Supaya yang baca bisa lebih mudeng mengikuti jalan cerita ini.</p>
<p>Aksi pengecatan dinding bagian dalam kantor itu pun dimulai pukul 8 pagi. Was..wes..was..wes.., mungkin begitu ya suara kuas roll cat saat kami beraksi. Padahal tidak ada satu pun dari kami yang pernah berprofesi sebagi tukang cat. Tapi koq pede begitu ya. Saya pernah juga bantu-bantu ngecat di rumah. Tapi biasanya setelah itu hasil pengecatan saya akan diperbaiki oleh tukang cat. Hehehe… Lanjut cerita tadi. Kami terus asyik mengecat sambil makan kue-kue ringan atau meminum minuman ringan yang memang sudah disediakan. Mungkin lebih banyak makannya dari pada ngecatnya. </p>
<p><a title="Blognya JOHAN"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGQwMZklhAE/SPHIor9CggI/AAAAAAAAAk0/V4sdDMMVHh0/s320-R/foto1.jpg" /></a>Hampir 2 jam berlalu, dan pengecatan lapisan pertama pun sudah selesai. Sambil menunggu cat mengering, kami nonton tv dan menikmati makanan atau minuman ringan. Koq jadi lebih mirip rekreasi ya. Beberapa waktu kemudian kami periksa lagi hasil pengecatan dinding itu. Jreng…. Hasilnya luar biasa dan nyaris membuat kami pingsan. Warna biru langit yang kami bayangkan semula kini menjadi warna biru laut di samudera Atlantik. Jadi biru gelap. Mirip ruang untuk perawatan pasien yang dapat serangan darah tinggi. Kalau hanya karena warna biru gelap yang dihasilkan sih ndak apa, ini hasilnya belang blonteng juga. Waduh.., bagaimana ini? Sejenak kami berpadang-pandangan, lalu tanpa dikomando jadi tertawa terbahak-bahak. Kalau kepingin tahu hasilnya, bisa dilihat pada foto. Ya, seperti itu hasilnya. Hebat, kan. </p>
<p>Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur. Kami pun melapisi lagi hasil pengecatan pertama. Dan hasilnya lumayan deh. Enjoy aja, seperti sebuah iklan yang sering tayang di layar tv itu. Yah…, begitulah kalau menangani bidang yang tidak kita kuasai. Besok mau minta perbaikan dari Fasum aja deh. Tapi paling tidak itu akan menjadi pengalaman yang berharga. Karena setelah itu kami mencoba melakukan analisa bagaimana hasil pengecatan bisa jadi seperti itu. Siapa yang salah? Bahan catnya, kuasnya, dindingnya, atau tukang catnya?<br />
<br/><br />
<a title="Johan Suryantoro"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://johan.gagah.googlepages.com/johansuryantoro.jpg" border="0" alt="Johan Suryantoro" /></a><br />
<br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://johansite.com/intermezo/eksperimen-warna.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
