Kembali ke asal

Musibah demi musibah beruntun menimpa blog saya ini. Dan untungnya cuma blognya saja yang terkena musibah, yang punya blog Alhamdulillah sampai saat posting ini diterbitkan masih dalam keadaan baik-baik saja. Kalau tempo hari saya sudah bercerita tentang layout blog ini yang jadi berlubang sehingga seolah-olah sedang menggunakan Theme yang berjendela, kemarin malam perkembangannya malah menjadi lebih parah. Alih-alih mau memperbaiki kolom feature yang menghilang, hasilnya malah bagian sidebar jadi melorot kebawah. Benar-benar cilaka dua belas jari.

Sejenak saya terbengong-bengong melihat fenomena yang menjengkelkan itu. Benar-benar berantakan jadinya. Ya Allah, cobaan apa yang sedang Engkau berikan pada hambamu ini? Walah…, theme blog jadi rusak koq ya dianggap cobaan. Hayoo, cepat istighfar! Astaghfirullah..33x.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

Tiga juta rupiah dari ppcindo.com?

Kemarin dapat e-mail dari pihak ppcindo.com, salah satu penyelenggara ppc di Indonesia itu. Baca e-mail itu waktu mau tidur dan diakses pakai operamini di ponsel. Jadi agak sulit bacanya. Kalau beberapa hari yang lalu dapat konfirmasi untuk mengupdate kode script iklan, sekarang konfirmasi tentang pembayaran komisi. Sudah dapat komisi? Koq cepat banget ya. Apalgi saat membaca angka Rp.3.900.616,-. Wuih…, sempat hampir klenger waktu baca itu. Apa ndak salah baca nih? Ternyata saya memang lagi salah baca. Bacanya asal baca aja. Kalimat-kalimatnya ndak diperhatikan.

Ternyata itu e-mail untuk semua member ppcindo.com. Mirip konfirmasi yang sering dikirimkan setiap bulannya oleh ziddu.com. Yaitu pemberitahuan bahwa pembayaran komisi untuk periode bulan lalu sudah dibayarkan. Tentunya bagi member yang sudah mencapai atau melampaui jumlah minimal komisi. Yang jumlah komisinya belum cukup untuk dibayarkan, cukup numpang baca e-mail konfirmasi itu. :D Nih…, saya copy paste sedikit e-mail dari ppcindo itu ya.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

Theme yang berjendela

Blognya JOHANKemarin saya mampir ke blognya Dian Susanto dan baca sebuah postingnya yang berjudul Template rusak itu. Ini tentang keluh-kesahnya pada layout blognya yang berubah atau gimana gitu. Saya tidak tahu persis apanya yang salah. Saya lihat normal-normal saja. Atau barangkali saya yang kurang memperhatikan. Mungkin juga memang layout-nya sudah pulih seperti sedia kala. Saya sempat ninggalin komen ndak penting disitu. Sekedar turut berduka-cita. Wekekekeke… Tapi kemarin giliran saya yang jadi trenyuh saat melihat tampilan blog saya ini. Rasanya koq ada yang kurang ya. Apanya? Ya ampun, tampilan blog ini koq jadi bolong gitu.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »

Kerah kuning

Mau cerita sedikit tentang romantika kehidupan para pekerja di lapangan. Tapi cerita ini bukan mewakili keseharian pekerjaan saya. Ini cerita tentang teman-teman saya yang bekerja di pengeboran minyak dan gas bumi di Pulau Bunyu. Orang menyebutnya para pekerja Rig. Kalau ada yang belum tahu apa itu Rig, saya beri penjelasan sedikit ya. Rig itu sebutan untuk menamakan peralatan yang digunakan melakukan pengeboran kedalam tanah. Biasanya Rig terdiri dari konstruksi menara yang terbuat dari bilah-bilah besi, meja pondasi menara yang juga terbuat dari besi, dan tentu saja mesin bor berukuran besar. Disitu juga pasti dilengkapi dengan pipa-pipa pengeboran. Kalau mau penjelasan yang agak lengkap, silahkan baca disini.
Mau baca selengkapnya? Klik aja disini. »